Perekat Rakyat Sulteng.

Fasilitasi Bantuan Hukum Korban Bencana, Pakar Hukum di Untad Diminta Terlibat Aktif

19

SULTENG RAYA – Kompleksnya permasalahan penanggulangan kebencaan memaksa seluruh sektor terlibat aktif dalam penanganan kebencanaan, salah satunya terkait pemfasilitasian bantuan hukum terhadap masyarakat korban bencana di Sulteng.

Untuk itu, pihak Universitas Tadulako (Untad) meminta seluruh elemen terkhusus pakar hukum terlibat aktif memperhatikan masyarakat yang saat ini masih berada di tenda-tenda pengungsian, hunian sementara dan bahkan yang terlantar untuk terus didampingi memperjuangkan hak penyintas kepada pemerinta.

Demikian dikatakan Wakil Rektor Bidang Mahasiswa Untad, Dr. Ir. Sagaf, Mp dalam sambutannya pada kegiatan Seminar Nasional Fakultas Hukum Untad yang mengangkat tema ‘Perlindungan Hukum Managemen Bencana Alam di Indonesia’ di Gedung IT Center Untad, Sabtu (30/11/2019).

“Kami mengapresiasi dan mengajak seluruh elemen untuk aktif memperhatikan, salah satunya pada aspek bantuan hukum ini. Bagaimana kemudian masyarakat dapat terakomodasi, terpenuhi segala kebutuhannya. Karena Pemerintah dan Negara harus melindungi korban, barang dan harta para korban, penyaluran bantuan seperti apa, pembagian dan penerimaan bantuan, kecepatan penanganan kesehatan, rehabilitasi terhadap penderitaan fisik. Tentunya ini dipotret, hari ini belum selesai persoalannya, walaupun sudah setahun,” tuturnya.

“Saya kira kita banyak mendapatkan pengetahuan terutama kami meminta kesediaan dan kerelaan para pakar untuk sharing ditempat ini untuk menjadi cerminan pengelolaan penanggulangan bencana di Sulteng,” katanya menambahkan.

Ia menyebutkan, bahwa saat ini Indonesia merupakan salah satu Negara yang potensi kebencanaannya sangat tinggi, sehingga harus selalu waspada terhadap hal tersebut. Potret penanganan kebencanaan pada aspek hukum harus jadi informasi kepada para peserta seminar, sehingga dapat bergerak bertindak ambil bagian.

Sehingga insan akademis dapat dirasakan manfaatnya ditengah-tengah masyarajak. “Dalam keprihatinan terkait gempa, judul ini sangat menarik. Karena notabenenya beberapa yang pernah saya baca, Indonesia ini tertinggi dalam ancama gempa di dunia, kalau tidak salah rating ke tiga. Sering terjadi itu, menimbulkan banyak permasalahan. Lingkungan Untad ini termasuk dari serpihan sisa-sisa gempa,” kata Warek. CR1

Leave A Reply

Your email address will not be published.