Perekat Rakyat Sulteng.

Pemkot Palu Raih Daerah ‘Terbaik’

PENILAIAN INDEKS KELOLA APBD 2019

17

SULTENG RAYA – Berdasarkan Hasil riset Katadata Insight Center (KIC),  terdapat 64 kabupaten dan kota se-Indonesia unggul mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), salah satunya Pemerintah Kota (Pemkot) Palu.

Ada empat kategori yang dipilih KIC, yakni pengelolaan APBD untuk pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan pembangunan ekonomi.

Pemkot Palu diganjar penghargaan sebagai daerah terbaik kategori ketepatan alokasi bidang outcome kesehatan kelompok dua dalam indeks Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (Kelola).

Penghargaan itu diterima langsung oleh Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto kepada Wali Kota Palu, Hidayat pada saat penganugerahan Indek Kelola 2019, di Djakarta Theatre XXI Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

“Semoga penghargaan ini menjadi spirit bagi kami (Pemkot Palu) untuk terus memperbaiki pengelolaan APBD dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Wali Kota Hidayat.

Sementara itu, Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto mengatakan, 64 daerah terpilih tersebut, merupakan daerah yang memiliki banyak inovasi.

“Daerah-daerah tersebut memang melakukan banyak inovasi dan layak mendapatkan apresiasi,” kata Heri Susanto.

Dikutip dari katadata.co.id, Penilaian tersebut berdasarkan tiga komponen, yaitu administratif, kuantitatif, dan kualitatif. Komponen administratif meliputi opini minimal Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas hasil audit APBD oleh BPK, sedangkan aspek kualitatif meliputi inovasi dan terobosan kebijakan.

Sedangkan, penilaian aspek kuantitatif dibagi menjadi dua komponen yaitu komponen ketepatan dan pencapaian pertumbuhan sektoral. Adapun penilaiannya berdasarkan analisis data yang dimulai dengan mengelompokkan 508 kabupaten dan kota di Indonesia ke dalam empat kelompok menurut besarnya APBD per kapita dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hingga akhirnya didapatkan 64 Pemda dengan indeks kelola tertinggi.

Sebagai informasi, Indeks Kelola merupakan metode untuk mengukur kinerja dan efektivitas pengelolaan APBD untuk pembangunan daerah. Metode pengkuran Indeks Kelola ini merupakan hasil kerja sama KIC dengan panel ahli ekonomi independen.

Dalam melakukan penilaian KIC melibatkan tim ahli yang terdiri dari Kepala Pokja Pemantauan dan Evaluasi Tim Nasonal Percepatan Pemberantasan Kemiskinan (TNP2K) Dr. Elan Satriawan, M.Ec yang juga merupakan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM dan sejumlah dosen di FEB UGM lainnya, yakni Dr. Rimawan Pradiptyo, M. Sc, dan Dr. Gumilang Aryo Sahadewo, M.A.

Heri mengatakan, ke depan dari penghargaan Indeks Kelola ini diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin daerah yang berprestasi dari seluruh pelosok Nusantara dan maju bersaing ke pentas nasional.

“Bukan hanya Joko Widodo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, atau Ganjar Pranowo,” ujarnya.

Salah satu panel ahli, Dr. Rimawan Pradiptyo, M.Sc, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan di suatu negara tidak ditentukan oleh jumlah kekayaan alam yang dimiliki. Banyak negara berhasil menjadi negara maju dan sejahtera meskipun sumber daya alamnya sangat terbatas.

Pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perbaikan aspek kelembagaan merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan di berbagai negara.HGA/KTDT

Leave A Reply

Your email address will not be published.