Perekat Rakyat Sulteng.

Akurasi Data Sensus 2020, Responden Diminta Jujur

18

SULTENG RAYA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Faizal Anwar mengatakan, proses penghimpunan data sensus penduduk, Februari hingga Juli 2020 mendatang, kejujuran responden dalam menjawab pertanyaan via online maupun oleh petugas sensus sangat berpengaruh terhadap akurasi data sensus 2020.

“Kejujuran masyarakat sangat penting. Kami ajak untuk ber-apa adanya, dalam mengisi. Jangan ditambah dan dikurangi, misalnya soal tempat tinggal, pendapatan dan sebagainya. Karena sensus sendiri akan sangat menentukan kebijakan pemerintah. Data sangat penting untuk upaya menuju Indonesia maju,” tuturnya

“Amanat juga tertuang dalam Peraturan Presiden RI  nomor 62 tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati,” ujarnya menambahkan.

Meski demikian, Faizal juga menegaskan faktor petugas juga menjadi faktor penting. Integritas dan mengikuti Standar Operasional Prosedural (SOP) menjadi bekal selama bertugas dilapangan.

“Ini penekanan penting. Sampai hari ini BPS masih dipercaya, kalau tidak mungkin saat ini BPS tidak ada lagi. Harus terus dijaga karena semuanya, kami digaji oleh masyarakat. Kedua, petugas brengsek tidak akan menghasilkan apapun kecuali akan ditindak, ada pakta integritas. Oleh karena itu, tidak ada kegiatan BPS yang tidak dilakukan pelatihan bahkan sampai tiga atau empat hari,” ungkapnya.

Namun sejauh ini, dirinya menjamin kredibilitas dari para petugas di lapangan. Berbagai pelatihan tahap awal, kata dia, untuk menselaraskan persepsi dan metode yang ditentukan untuk menghimpun data yang diinginkan.

“Dengan demikian, kami mengajak masyarakat, stakeholder untuk bahu membahu menjadi baik satu sama lain, mensukseskan sensus penduduk 2020 untuk satu data Indonesia,” tuturnya.

Pelaksanaan sensus penduduk 2020 sendiri, sedianya akan dilaksanakan dua tahap. Pertama, sensus penduduk online yang berlangsung pada 15 Februari 2020 sampai dengan 31 Maret 2020. Selanjutnya adalah sensus penduduk wawancara mulai dari 1 Juli 2020 sampai dengan 30 Juli 2020.

“Dua tahapan ini akan berkesinambungan. Jika masyarakat ingin tidak lagi didatangi oleh petugas, disarankan mengakses sensus.bps.go.id dengan menggunakan telepon pintar atau alat akses elektronik lain. Selanjutnya, yang telah tercatat secara online tidak akan didatangi lagi oleh petugas untuk wawancara petugas untuk kepentingan pencacahan. Pastikan anda tercatat!,” tuturnya. RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.