Perekat Rakyat Sulteng.

BEFC Diskusi Soal Ilegal Fishing Bersama Nelayan

89

SULTENG RAYA – Ratusan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di Kabupaten Buol, memadati diskusi terkait permasalahan Ilegal Fishing yang diselenggarakan oleh Buol Educare Fhising Community (BEFC), Kamis (28/11/2019).

Kegiatan yang digelar oleh komunitas BEFC di Pendopo Pokambuando Polres Buol itu, mengangkat tema tentang permasalahan Ilegal Fhising dan pengembangan potensi bahari Kabupaten Buol dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

Kapolres Buol yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Johnny Bolang yang membuka dengan resmi kegiatan diskusi, mengapresiasi kepada komunitas BEFC yang telah melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bentuk keprihatinan dalam maraknya aksi maupun tindakan Ilegal Fhising di perairan laut Buol.

“Diskusi ini merupakan kegiatan positif yang harus kita suport, karena banyak hal yang belum diketahui oleh nelayan-nelayan kita, terutama tentang dampak Ilegal Fhising, serta pengaruh dan imbasnya terhadap ekonomi masyarakat nelayan,” ujar Wakapolres.

Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Buol, Lani Irawati Saleh yang hadir sebagai pembicara dan narasumber dalam diskusi tersebut, membawakan materi seputar aktifitas nelayan di laut, serta sejumlah program pemerintah dalam rangka menunjang kelompok nelayan binaan di wilayah Kabupaten Buol. “Kedepan Dinas Perikanan sebagai instansi terkait, akan memberikan program-program untuk membantu kelompok nelayan dalam bentuk fasilitas, juga jaminan sosial dalam bentuk asuransi melalui pengurusan Kartu Nelayan,” ujar Lani Irawati.

Selain itu, materi terkait larangan dalam menangkap ikan, mulai dari alat tangkap yang dibolehkan oleh undang-undang, hingga sanksi pidana bagi pelaku Ilegal Fhising, dibawakan oleh KBO Satreskrim Polres Buol, Ipda Sudarmono.

Suasana diskusi semakin menarik ketika pembina BEFC, Dr Tonang Malongi yang menjadi moderator kegiatan tersebut membuka sesi tanya jawab kepada peserta diskusi. Sejumlah audiens yang berprofesi sebagai nelayan sangat menyayangkan karena menilai selama ini bantuan yang diberikan oleh pemerintah banyak yang tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran, namun tetap didistribusikan kepada kelompok nelayan.

Ketua BEFC, Fransisco Pontoh yang dikonfirmasi Sulteng Raya usai kegiatan berlangsung, mengatakan jika kegiatan tersebut merupakan langkah awal dari komunitas yang sudah terbentuk dua tahun ini, dengan harapan dapat menjadi energi baru untuk mengajak para nelayan untuk mencegah, mengantisipasi dan menyikapi permasalahan Ilegal Fhising melalui koridor hukum yang sesuai dengan undang-undang.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan pemahaman terhadap saudara-saudara kita yang beraktifitas sebagai nelayan, terutama menyangkut dampak yang sangat berkaitan dengan pengembangan potensi laut sebagai sumber kehidupan dari generasi ke generasi selanjutnya,” tutur Fransisco. FAN

Leave A Reply

Your email address will not be published.