Perekat Rakyat Sulteng.

Pemrpov Petakan Empat Zona Kawasan Konservasi Pesisir

52

SULTENG RAYA – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng akan menetapkan empat kawasan konservasi pesisir, laut dan pulau-pulau kecil di Sulteng.

Pertama, kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Doboto, meliputi Kabupaten Donggala, Kabupaten Buol dan Kabupaten Toli-Toli. Kedua, KKP3K Tomini, meliputi Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso,sebagain kawasan Kabupaten Baggai.

Ketiga, KKP3K Morowali meliputi Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara. Keempat yakni KKP3K Banggai Dalaka, meliputi Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan, dan Kabupaten Baggai Laut.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Sulteng, Moh. Arief Latjuba dalam sambutannya di kegiatan Ekspose Hasil Penyediaan Data Series Dalam Penyusunan Rencana Pengelolaan Zonasi yang Efektif di Kawasan Banggai Dalaka di Aula DKP, Jalan Undata Kota Palu, Selasa (19/11/2019).

“Empat Lokasi itu luasnya sebesar 1.338.291,83 hektar. Empat kawasan konservasi yang telah dicadangkan tersebut telah menyelesaikan rencana pengelolaan dan zonasi (RPZ) kawasan konservasi yang pada saat ini menunggu pengesahan Menteri Kelautan dan Perikanan,” tuturnya.

Kadis menambahkan, empat wilayah konservasi tersebut sebagai bentuk dukungan Sulteng terhadap Pemerintah Pusat yang menargetkan pada 2020 kawasan konservasi pesisir laut dan pulau-pulau kecil sebanyak 20 juta hektar di Indonesia.

“Oleh karena itu, dalam mendukung hal tersebut, Sulteng telah mempunyai Perda nomor 10 tahun 2017 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, merupakan instrumen penting pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang didalamnya sudah dialokasikan kawasan konservasi sesuai dengan kewenangan provinsi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah,” ujarnya.

Hal itu juga sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap ekosistem kelautan daerah yang natabenenya menjadi tameng menjaga perubahan iklim di Indonesia yang akhir-akhir ini dinilai ekstrem.

“Karena itu, perhatian kita pada lingkungan pesisir dan laut menjadi penting untuk selalu kita lakukan pada kawasan-kawasan tersebut. Dalam beberapa bulan ini terjadi cuaca ekstrem suhu yang panas akibatnya terjadi kekeringan di beberapa wilayah di Indonesia,” ungkapnya. RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.