Perekat Rakyat Sulteng.

OJK: Kredit Perbankan Turut Mendukung

EKONOMI SULTENG TUMBUH 6,62 PERSEN

26

SULTENG RAYA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada semester I 2019, ekonomi di Sulawesi Tengah mengalami pertumbuhan sebesar 6,62 persen dibandingkan dengan posisi semester pertama 2018.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sulawesi Tengah, Gamal Abdul Kahar, mengatakan, pertumbuhan ekonomi relatif stabil tersebut juga didukung kredit perbankan yang tumbuh positif sebesar 6,15 persen atau Rp29,23 triliun pada posisi September 2019.

”Apabila dibandingkan dengan posisi September 2018 yang mencapai Rp27,53 triliun. Sedangkan kredit yang diberikan kepada UMKM posisi bulan September 2019 juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 7,14 persen atau Rp9,68 triliun, dibandingkan dengan posisi September 2018 yang mencapai Rp9,03 triliun,” kata Gamal pada kegaitan Bulan Inklusi Keuangan digelar Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK) di Taman Gor, Sabtu (9/11/2019) malam.

Data tersebut, kata Gamal, menunjukkan, Sulteng mulai bangkit pascabencana. Oleh karena itu, diharapkan kerja sama yang baik antarpemangku kepentingan terus ditingkatkan guna mencapai target-target pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

“Acara ini dirangkai dengan peningkatan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, OJK dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) atau forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,”harapnya.

OJK mengharapkan Para Bupati dan Wali Kota di 13 Kabupaten dan Kota dapat segera membentuk tim sebagaimana dimaksud untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah, OJK dan Pelaku Industri Jasa Keuangan.

“Melalui forum TPAKD sangat diharapkan kemitraan strategis antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pelaku Industri Jasa Keuangan hingga dapat menciptakan sumber-sumber ekonomi kerakyatan yang baru, memperluas kesempatan kerja, dan mewujudkan pemerataan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah,” sambungnya.

Lebih lanjut kata dia, dalam rangka mendukung upaya pemerintah mewujudkan pembangunan berkelanjutan, TPAKD Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan program pengembangan ekonomi kerakyatan dengan tema “Pengembangan Komoditi Unggulan Provinsi Sulawesi Tengah Berbasis Cagar Biosfer” yang akan dilakukan peluncuran oleh Gubernur Sulawesi Tengah.

“Pengembangan Komoditi Cagar Biosfer merupakan bentuk pengembangan potensi ekonomi kerakyatan dari Taman Nasional Lore Lindu dan Taman Nasional Kepulauan Togean yang telah ditetapkan sebagai situs Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO,” ungkapnya. RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.