Perekat Rakyat Sulteng.

Mufida, Mahasiswi Unisa Wakili Indonesia di Forum Internasional

31

SULTENG RAYA-Satu lagi mahasiswi Universitas Alkhairaat mengharumkan nama kampus warisan dari Guru Tua ini, bukan hanya di tingkat lokal, melainkan di tingkat dunia.

Mufida A. Lasawedi, mahasiswi Fakultas Agama Islam (FAI), Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), terpilih menjadi delegasi  Indonesia pada forum  International Konference Asian World Model United (AWMUN) yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali.

Kegiatan itu akan dilaksanakan selama empat  hari, dimulai dari tanggal 13 November hingga 18 November 2019 di Nusa Dua, Bali.

Rektor Unisa Palu, Dr. Umar Alatas, melepas Mufida secara resmi di ruang kerjanya.

Rektor mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya, mengingat ini tidak hanya mewakili Kampus Unisa Palu, melainkan juga Indonesia. Mufida terpilih sebagai delegasi Indonesia di forum tersebut sebagai presentator dan dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara lain.

“Satu kebanggaan luar biasa, karena tidak hanya sebagai perwakilan Kampus Unisa Palu, melainkan juga sebagai perwakilan delegasi Indonesia, tentu kampus mengapresiasi baik moril maupun materil,”unggap rektor, Jumat (8/11/2019).

Mufida meguraikan, bahwa dirinya berhasil lolos setelah menyisihkan 25.944 peserta yang mendaftar secara online  dari seluruh negara yang berminat pada kegiatan konference itu.

“Proses seleksinya online, saya lolos dari 25.944 dari seluruh negara yang mendaftar untuk kegiatan konference ini. Alhamdulillah saya terpilih sebagai perwakilan Indonesia sebagai presentator, jadi kapasitas saya bukan tamu,” katanya.

Puteri pasangan Ahmad H. Amien Lasawedi dan Zaenab Pogane itu akan membahas isu-isu dan masalah dunia dan solusinya. Pemegang stambuk 153122005 itu menjadi perwakilan Indonesia di  Dewan UNHCR yang membahas masaalah pencari suaka diseluruh dunia dan solusi tempat tinggal yang baik bagi mereka. “Proper living for refugees”

Mahasiswi yang pernah mengenyam pendidikan di College of Islamic Knowledge of Iraq  dan Studi  Field;  Arab Literature itu berharap, kegiatan Internasional itu bisa menempah  dirinya menjadi negosiator handal/diplomator,  membantu sesama. Selain itu bisa menumbuhkan rasa saling menghargai antar sesama  ras, budaya dan lain sebagainya.

Gadis kelahiran Ampana, 06 Mei 1995 itu  menambahkan,  walau berlatar belakang Pendidikan Bahasa Arab, tidak menyurutkan langkahnya  mempelajari hal-hal baru dari ilmu pengetahuan.

“Ilmu agama dan budaya adalah elemen yang tak terpisahkan, saya bertekad bisa  menjadi mata air yang memberi kehidupan bagi orang-orang disekitar,” katanya mengutip pernyataan idolanya, Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibi.

Ia juga mengatakan, apa yang ia raih hari ini tidak lepas dari berkah dari Al-Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri atau yang lebih dikenal dengan nama guru tua, mengingat keilmuan yang dimiliki oleh guru-guru di Alkhairat berasal dari Guru Tua, sementara nasap keilmuan guru tua dari ayah dan kakeknya, jika dirunut berakhir ke Nabi Muhammad SAW.

“Jangan sering mengeluh, berkah itu akan jauh, inilah yang menjadi pegangan saya,”unggapnya.AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.