Perekat Rakyat Sulteng.

25 Situs Geologi Diusulkan Jadi Desa Wisata

35

SULTENG RAYA – Berdasarkan hasil kajian geowisata dan penyusunan dossier geopark Sesar Palu-Koro, terindentifikasi ada 25 situs geologi yang berpotensi ditetapkan sebagai geopark.

Dalam rencana pengembangan geopark sesar Palu-Koro, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Sulteng, I Nyoman Sariadijaya, mengusulkan 25 situs tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk dijadikan sebagai desa wisata.

“Semakin cepat terbentuk desa wisata, semakin cepat proses penetapan geopark secara nasional,” katanya dalam  rapat kerja pengembangan pariwisata Sulteng, di Gedung Pogombo kantor Gubernur Sulteng, Rabu (6/11/2019).

Menurutnya, 25 situs tersebut memiliki keunikan dan diakui pemerintah pusat sebagai kawasan yang memiliki unsur geologi untuk dijaga dan dilindungi sebagai warisan alam. “Ada keunikan dari kajian para ahli geologi. Ini harus dikawal sampai ditetapkan sebagai geopark nasional,” jelasnya.

Selain 25 situs geologi kata dia, upaya menetapkan geopark sesar Palu-Koro sebagai geopark didukung adanya 10 situs non-geologi, diantaranya Maleo Semkawor, Tarisis Dentatus, Kebun Pakuli, Kayu Kaili, Rotan, Banua Oge, rumah adat toro, Megalit Vatunonju, tari raego dan adat pmeuma.

Dukungan 10 situs non-geologi kata Nyoman, memiliki potensi keunikan yang bisa mendukung pengembangan desa wisata. “Semua itu, potensi keunikannya bisa mendukung pengembangan desa wisata sebagai cikal bakal pengembangan geopark. Peran desa wisata sangat dominan,” ujarnya.

Selain pengembangan geopark Sesar Palu-Koro lanjutnya, Dinas Pariwisata Sulteng juga fokus mengembangkan geopark danau poso dan patung megalit dan  geopark lempeng batu purba yang terletak di sekitar kawasan Polu Dua, Kabupaten Banggai. RAF

Leave A Reply

Your email address will not be published.