Perekat Rakyat Sulteng.

Remaja Diminta Berperan Wujudkan Sulteng Bersinar

18

SULTENG RAYA – Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Drs. H. Longki Djanggola dalam sambutannya pada Workshop Penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja Provinsi Sulawesi Tengah, di Hotel Sultan Raja, Senin (4/11/2019) berharap agar remaja berperan dalam mewujudkan Sulteng Bebas dan Bersih Dari Narkoba (Bersinar).

“Semoga setelah mengikuti workshop ini, pengetahuan remaja akan bahaya narkoba tidak lagi dangkal, dan perilakunya pun tidak apatis. Tapi justru lebih mendalam dan peduli ikut berperan serta mewujudkan Sulteng Bersinar,” tuturnya.

Selain itu dia berharap, diseminasi atau penyebaran informasi melalui materi-materi dari narasumber workshop, dapat menginspirasi remaja supaya memahami kiat-kiat untuk menolak narkoba dan juga mendorongnya supaya ikut berperan serta sebagai agen pemberdayaan yang aktif menyuluh ke teman-teman sebayanya dalam menciptakan lingkungan belajar, bermain dan lingkungan tempat tinggal yang bebas dan bersih dari narkoba.

Longki memaparkan, data Badan Narkotika Nasional (BNN), prevalensi atau jumlah orang yang terpapar narkoba di Indonesia saat ini mencapai 1,77 persen atau lebih kurang 3.376.115 jiwa dari total penduduk 190.650.400 jiwa, yang dimulai dari kelompok usia 10 sampai 59 tahun.

“Daerah kita Sulteng, prevalensi narkoba mencapai 1,70 persen dari total penduduk 3.010.443 jiwa atau setara dengan 36.594 jiwa. Korban yang terpapar berada pada rentang usia 10 sampai 59 tahun yaitu sebanyak 2.154.000 jiwa, dengan ancaman kematian 30 sampai 40 jiwa per harinya,” ujar Gubernur Loongki.

Sehingga kata Longki, tidak bisa dipungkiri bahwa ancaman narkoba sangat dekat dengan kelompok usia produktif, seperti remaja, pelajar, mahasiswa dan bahkan pekerja kantoran pun sangat rentan menjadi korban.

Sejalan dengan Inpres Nomor 6 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Prekursor Narkotika (P4GN), maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengurainya menjadi rencana aksi daerah lewat peraturan Gubernur Nomor 2 tahun 2019, sebagai aspek legalitas membuat program dan kebijakan mewujudkan visi terwujudnya masyarakat Sulteng yang bersinar.

“Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menyadari bahwa narkoba merupakan sebuah bencana yang harus dihindari. Terlebih khusus, bagi remaja sebagai sasaran empuk peredaran narkoba, remaja harus menjadi garda terdepan dalam mencegah peredaran narkoba,” tuturnya. ADK

Leave A Reply

Your email address will not be published.