Perekat Rakyat Sulteng.

Sejumlah Huntara di Palu Tidak Ramah Anak

17

SULTENG RAYA-Sejumlah Hunian Sementara (Huntara) di Kota Palu dinilai tidak ramah anak, karena tidak memiliki sekat antara ruang tidur dan ruang tamu atau ruang keluarga.

Hanya berbentuk bilik los memanjang, sementara yang tinggal di dalamnya terdiri dari anak, ibu dan ayah.

Menurut Psikolog I Putu Ardikayana, ada beberapa aktifitas yang dilakukan oleh orang dewasa yang tidak bisa disaksikan oleh anak, karena mereka adalah peniru yang baik akan mengikuti dan mempraktekan apa yang mereka saksikan, terlebih jika itu dilakukan oleh orang-orang terdekatnya.

“Ada bebera hal yang sebenarnya tidak bisa disaksikan oleh anak-anak, seperti kekerasan dan aktifitas suami istri, jika kondisi huntara seperti itu tidak memiliki skat, besar kemungkinan anak-anak akan menyaksikan hal-hal yang tidak bisa mereka saksikan, ini sama sekali tidak ramah anak,”jelas I Putu Ardikayana, saat menjadi pemantik di Libu Ntodea dengan tema Nasipmu Kini, dan Masa Depan Anak di Pengungsian, di salah satu cafe di Kota Palu, Kamis (31/10/2019) malam.

Jangan heran kata Putu, jika nantinya terjadi hal-hal yang tidak lazim, seperti prilaku menyimpang dilakukan anak-anak.

Bukan hanya itu, ruang tumbuh kembang dan area bermain yang aman juga tidak disediakan di lokasi huntara, sementara hal seperti itu sangat dibutuhkan oleh anak-anak, sebagaimana dunianya adalah dunia bermain.

Di tempat yang sama, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Irmayanti Pettalolo mengungkapkan, sejak dulu kondisi ini sudah ia khawatirkan dan sudah disampaikan ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu, agar saat pembangunan Huntara maupun Huntap harus memiliki skat, agar hal-hal yang sifatnya privasi tidak perlu disaksikan oleh anak-anak.

Untuk itu, ia berharap pembangunan Hunian Tetap atau Huntap diawal tahun 2020 bisa lebih ramah anak dan bisa memenuhi hak-hak kebutuhan anak. AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.