Perekat Rakyat Sulteng.

PKL Kota Palu Butuh Solusi Bukan Digusur

19

SULTENG RAYA Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) yang ada Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga meminta solusi pada pemerintah tanpa harus digusur.

Karena nasib mereka sebagai pedagang kini terkatung-katung tidak jelas, pasca digusur tanggal 1 Oktober 2019 oleh petugas Satpol PP, karena dinilai mengganggu jalur lalulintas dan diminta pindah ke Hutan Kota.

Namun, saat para PKL ini melapor untuk masuk ke Hutan Kota, ternyata Hutan Kota belum siap ditempati para PKL, kini sebagian diantaranya terpaksa membuka lapak jualannya di Jalan Baruga, sesuai intruksi yang mereka terima. Sekalipun harus menerima kenyataan, di tempat baru ini omzet mengalami penurunan tajam.

Belum menyesuikan diri ditempat baru, para PKL ini lagi-lagi menerima surat pemberitahuan agar segera meninggalkan lokasi itu, karena tempat mereka berjualan bukan ruang umum melainkan milik pribadi.

“Tanggal 15 Oktober 2019, kita diminta harus tinggalkan lagi lokasi itu, terus kita mau kemana lagi kasian,”ungkap salah seorang PKL  Reni, saat mengikuti Libu Ntodea di Braja Café, Kamis (10/10/2019) malam.

Belum lagi saat peristiwa penggusuran itu, gerobak milik Reni sebanyak tiga buah hancur dan satu buah raib entah kemana. Akibatnya sebanyak enam karyawannya terdiri dari mahasiswa dan ibu-ibu rumah tangga terpaksa diberhentikan.

Kondisi seperti ini sangat disayangkan oleh salah seorang pengurus Asosiasi PKL Palu, Jhon. Pemerintah, kata Jhon, harus bijak dalam mengambil sikap, karena pada prinsipnya PKL itu siap diatur, sehingga tidak perlu ada perlakuan represif dari Satpol PP Kota Palu, sampai-sampai gerobak PKL dihancurkan.

“Toh kenyataannya, kami sudah diusir dari tempat awal, diminta pindah ke Hutan Kota, kenyataanya Hutan Kota belum siap menampung kami, terus kami kemana lagi, Jalan Baruga juga harus ditinggalkan paling lambat tanggal 15 Oktober ini,”kesal Jhon.

Ia berharap, agar pemerintah bisa memberikan solusi atas permasalahan itu tanpa harus melakukan penggusuran.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja (KUT) Kota Palu, Setyo Susanto, memastikan akan mencarikan solusi dan mengundang para perwakilan PKL melakukan pertemuan di kantornya. AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.