Perekat Rakyat Sulteng.

Merawat dan Merajut NKRI

TNI-POLRI GELAR DOA ISTIGHOSAH

17

SULTENG RAYA – Masih dalam rangkaian HUT ke-74 TNI, Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Brigjen Pol Drs Lukman Wahyu Hariyanto menghadiri doa istighosah dalam rangka doa untuk negeri merawat dan merajut NKRI yang digelar di Markas Komando Resor Militer (Makorem) 132/Tadulako, Jalan Jenderal Sudirman, Palu, Jumat (11/10/2019) sore.

Kapolda Sulteng dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan istighosah itu sebagai bentuk silaturahmi, solidaritas dan soliditas TNI dan Polri serta masyarakat dalam mewujudkan stabilitas nasional secara umum dan khususnya Sulawesi Tengah.

“Mari kita panjat puji syukur atas ridho Allah bahwa hari ini (Jumat kemarin) kita berkumpul dalam rangka berdoa untuk negeri dengan menyamakan persepsi dengan memohon doa kepada Allah SWT, semoga kunjungan Bapak Wakil Presiden RI beberapa hari yang lalu membawa harapan agar pembangunan pascabencana alam di Sulawesi Tengah segera terlaksana, mari kita rawat Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Sementara, Danrem 132/Tadulako dalam sambutannya mengatakan, Sulawesi Tengah merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “NKRI berdiri karena adanya kerjasama semua kelompok, kita wajib mengaktualisasikan dengan tugas dan fungsi kita masing-masing untuk memajukan kesejahteraan di Sulawesi Tengah, kita setahun yang lalu mendapatkan musibah, mari kita rajut bersama untuk pemulihan kembali situasi di Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Danrem juga menyatakan, TNI dan Polri serta Forkompimda terus bersilahturahmi menciptakan situasi yang aman dan damai, dimana pada tahun 2020 mendatang Sulawesi Tengah dihadapkan dengan pemilihan kepala daerah. “Mari kita dukung sehingga kita dapat menghasilkan pemimpin yang adil di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Selain zikir dan doa Istigosah, kegiatan tersebut juga diisi dengan ceramah agama Islam yang disampaikan oleh Prof Dr KH Zainal Abidin selaku Ketua MUI Kota Palu.

Dalam ceramahnya, Ketua MUI Kota Palu mengajak untuk membangun Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat islam), Ukhuwah Insaniyah (persaudaraan sesama manusia), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sebangsa setanah air).

Ketua MUI juga mengatakan, ada tiga poin dalam merawat dan merajut NKRI pertama, jangan suka berburuk sangka, kedua, jangan saling menyalahkan atau saling menghargai dan yang ketiga, jangan monopoli kebenaran. “NKRI harga mati, apabila ada seseorang atau sekelompok orang yang akan merusak situasi NKRI akan berhadapan langsung dengan TNI-Polri dan kita semua,” tegasnya.

Kegiatan tersebut, dihadiri Danrem 132/Tadulako, Kolonel Infanteri Agus Sasmita, para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng, para PJU Korem 132/Tadulako, Forkompimda Sulteng maupun Kota, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof Dr KH Zainal Abidin serta ribuan personil TNI–Polri, mahasiswa dan masyarakat Kota Palu. YAT

Leave A Reply

Your email address will not be published.