Perekat Rakyat Sulteng.

Wujudkan Kemandirian UMKM, Penopang Ekonomi Kerakyatan

Gebyar UMKM Sulteng 2019

11

SULTENG RAYA – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah memperingati Hari UMKM Nasional dengan menyelenggarakan Gebyar UMKM Sulteng 2019 di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Jalan Soekarno Hatta Kota Palu, Jumat (4/10/2019) malam.

Kegiatan itu melibatkan sebanyak 80 UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM dan juga UMKM binaan lintas Kabupaten dan Kota di Sulteng. Gebyar UMKM sendiri berlangsung selama tiga hari hingga Ahad (6/10/2019).

Asisten Administrasi Umum dan Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng, Mulyono dalam sambutannya mewakili Gubernur menyampaikan UMKM merupakan salah satu sektor yang cukup kuat dan sudah teruji ketika konstalasi ekonomi sedang goyah. Untuk itu, sudah sepantasanya pemerintah hadir untuk mewujudkan kemadirian UMKM, khususnya di Sulteng.

“UMKM patut kita jadikan sebagai tonggak ekonomi kerakyatan seiring dengan bangkitnya kondisi ekonomi wilayah Padagimo yang terdampak bencana,” tutur Mulyono.

Melalui momentum itu, kata dia, UMKM asli daerah harus ditingkatkan produktivitas dan daya saingnya sehingga mampu menembus persaingan secara domestik, nasional hingga tatanan global.

“Kita juga mendorong semua pemangku kepentingan untuk kembali mengenang dan mewujudkan apa yang telah digariskan Wakil Presiden Pertama RI, Muhammad Hatta dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian bangsa,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, Gebyar UMKM 2019 juga harus menjadi program reguler OPD terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng sehingga iven pertama itu dapat dievaluasi dan dilakukan perbaikan kedepannya.

“Harus ada rencana tindak lanjut yang terukur, untuk mewujudkan UMKM yang kreatif, inovatif. Usaha UMKM juga, kami meminta harus berorientasi pada ekspor dengan memperkuat aspek kelembagaan UMKM dan tingkatkan kapasitas defensivikasi produk. Selain itu, manfaatkan dan ikuti perkembangan teknologi dan ekonomi digitas, perluas akses promosi, selanjutnya lakukan join eksportir,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulteng, Eda Nur Ely mengatakan dipilihnya PLUT KUMKM sebagai lokasi kegiatan juga menjadi sarana promosi pusat layanan tersebut. Menurutnya selama ini, para pelaku UMKM kurang memanfaatkan layanan yang disediakan.

“PLUT KUMKM ini berfungsi sebagai media para pelaku UMKM untuk konsultasi, beremuk menentukan berkembangnya usaha, dan berbagai fungsi lainnya. Kan selama ini belum diketahui masyarakat, bahwa ada sarana yang mendukung penuh para pelaku UMKM. Makanya kami buat disini dengan mesosialisasikan PLUT juga,” tuturnya kepada Sulteng Raya.

Dirinya berharap, iven UMKM itu dapat membuka mata para pelaku usaha untuk berinovasi mengembangkan unit usahanya baik dalam bentuk kemasan, produksi, hingga perencanaan kelolah usaha.

“Iven ini diisi dengan rangakian kegiatan seperti jalan sehat, pameran produk, lomba-lomba untuk memeriahkan, dan masih banyak lagi,” tutur Eda Nur Ely.

Turut hadir dalam pembukaan Gebyar UMKM 2019, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng, Gamal Abdul Kahar dan sejumlah pimpinan perbankan baik syariah maupun konvesional.RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.