Perekat Rakyat Sulteng.

Irigasi Gumbasa Di Sigi Masih Rusak

Petani Sawah Diminta Tanam Palawija

12

SULTENG RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi meminta para petani sawah disepanjang aliran irigasi gumbasa memanfaatkan lahan sawah untuk ditanami komoditi palawija.

Hal itu agar petani tetap berproduksi sembari menunggu perbaikan irigasi gumbasa yang diketahui rusak parah akibat bencana sehingga berhenti mengalirkan air sebagai sumber kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian daerah.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Kabupaten Sigi, Paulina kepada awak media usai kegiatan disalah satu Hotel di Kota Palu, Kamis (3/10/2019).

“Jadi untuk persawahan sama sekali tidak bisa karena itu membutuhkan pengairan dengan intensitas pengaliran air tinggi. Untuk itu, kami mengupayakan petani, bertani menanam palawija, dan kami buat sumber-sumber pengairannya dari bor air tanah dangkal,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, akibat rusaknya irigasi gumbasa itu, kurang lebih 8.000 hektar lahan pertanian kesulitan mendapatkan akses pengairan, khususnya terhadap persawahan.

Saat ini, dirinya mengatakan proses perbaikan irigasi dikerjakan langsung oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dengan terus berkoordinasi kepada Pemkab Sigi.

“Harus diakui, petani sangat tergantung dari itu, namun yang mengerjakan itu kan Kementerian PU, kita menunggu hasil saja dahulu,” ucap Paulina.

Dirinya memprediksi, pengerjaan rampung pada 2020 sehingga ia meminta petani bersabar menunggu hal tersebut untuk kemudian pertanian daerah bisa berjalan normal kembali. Disamping itu, harus ada kreativitas dari petani agar dapat berproduksi.

“Kita prediksi ya, semoga saja 2020 bisa rampung. Kita juga mendorong tanami itu lahan untuk padi ladang notabenenya butuh air tak banyak, dengan pinggiran lahan mungkin ditanami cabai, dan lainnya,” ungkapnya. RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.