Perekat Rakyat Sulteng.

Ratusan Produk Kadaluarsa di Buol Dimusnahkan

112

ULTENG RAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buol bersama Balai Pengawasan Obat-Obatan dan Makanan (BPOM), memusnahkan ratusan jenis makanan, minuman serta obat-obatan dan kosmetik dari berbagai merk yang tersita dalam razia terhadap sejumlah toko dan kios yang tersebar di wilayah Kabupaten Buol, Jumat (27/9/2019) di halaman gudang farmasi Pemda Buol.

Perwakilan BPOM, Supendi mengatakan, pihaknya diundang oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buol untuk melakukan razia di sejumlah toko maupun kios dan ritel yang ada di Buol, guna melakukan penyitaan dan penarikan makanan maupun minuman yang sudah kadaluarsa, serta penjualan obat-obatan yang tidak memiliki izin resmi.

“Dari hasil razia yang kami lakukan bersama Dinas Kesehatan dan Satresnarkoba Polres Buol, kami berhasil menyita berbagai jenis makanan dan minuman kadaluarsa, obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), kosmetik tanpa izin edar, serta beberapa produk pangan yang sengaja dihilangkan masa kadaluarsanya,” kata Supendi saat dikonfirmasi Sulteng Raya di lokasi pemusnahan hasil sitaan, Jumat (27/9/2019).

Sementara, Kadis Kesehatan Buol, Muh Rizal Naukoko menjelaskan, kegiatan razia ini merupakan upaya dinas terkait bersama lembaga yang berkompeten lainnya untuk menertibkan aktifitas penjualan bahan makanan dan minuman serta obat-obatan yang sudah kadaluarsa, mengingat dampak serta bahayanya bagi masyarakat yang notabene merupakan konsumen produk-produk tersebut, terutama bahan-bahan pokok yang menjadi kebutuhan setiap hari.

“Jadi ini merupakan tindakan dan langkah yang diambil oleh pemerintah daerah, dalam hal ini oleh instansi dinas kesehatan, untuk mencegah dampak dan bahaya produk pangan kadaluarsa yang diperjualbelikan, serta obat-obatan ilegal yang tidak memiliki izin edar, apalagi tidak memiliki izin resmi atau tanpa petunjuk dan surat keterangan dokter,” jelas Muh Rizal.

Rizal berharap, semoga razia dan penertiban seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan kontinyu, untuk meminimalisir aktifitas penjualan oleh oknum-oknum yang nakal yang hanya berorientasi untuk mendapatkan keuntungan yang besar dengan mengabaikan dampak dan bahayanya bagi konsumen. FAN

Leave A Reply

Your email address will not be published.