Perekat Rakyat Sulteng.

KNPI SULTENG: Semua itu Dampak dari Penambangan

SIKAPI BANJIR DI MOROWALI 

15

SULTENG RAYA –  Menyikapi titik terjadinya banjir di Kabupaten Morowali beberapa pekan yang lalu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tengah mendesak Pemerintah Provinsi beserta Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng segera kembali melakukan inspeksi dadakan, dalam rangka untuk menertibkan perusahaan-perusahaan tambang yang melakukan penambangan secara ilegal

Menurut Ketua DPD KNPI Sulteng, Wazir Muhaimin, Kabupaten Morowali merupakan daerah subur yang intensitas curah hujannya masih terbilang cukup tinggi. Namun, selama masyarakat menjalani proses kehidupan, belum pernah melihat banjir yang hampir meluluhlantahkan daerah tersebut, seperti di Desa Lalampu, Dampala, Lele, Siumbatu, Bahodopi, dan desa lainnya.

“Semua itu terjadi hanya saat aktivitas penambangan yang sudah dimulai dari sejak tahun 2007 hingga sekarang yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur,”katanya kepada Media ini, Jum’at (13/9/2019).

Tak hanya itu, Wazir juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sulteng perlu kembali memeriksa Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di daerah tersebut, apakah perusahaan masih layak untuk melakukan penambangan atau tidak.

“Hasil penelusuran kami sampai saat ini untuk wilayah daratan di Kabupaten Morowali, mulai dari Desa Laroenai Kecamatan Bungku Pesiar sampai Desa Solonsa, Kecamatan Witaponda, hampir setiap desa ada perusahaan tambang yang aktif melalukan penambangan. Itu belum termasuk dengan perusahaan yang mengatasnamakan perkebunan,” ungkapnya.

Dari 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Morowali, kata Wazir, semuanya memiliki bekas eksploitasi. Disisi lain, jika melihat jejaknya, dapat dipastikan Kabupaten Morowali benar-benar kaya akan sumber daya alam. Namun, kenyataannya justru sangat tidak berimbang dengan apa yang masyarakat rasakan saat ini.

“Ini harus jadi bahan evaluasi bagi kita semua, agar tidak menjadi bom waktu bagi masyarakat yang ada di Morowali pada khususnya, pemuda Sulteng harus tetap solid dalam menjaga sumber daya alam yang ada di Sulteng. Apalagi, seperti kita ketahui bersama, bahwa kondisi Pulau Sulawesi yang saat ini selalu diguncang gempa, maka penting kita serukan menjaga alam agar tetap bersahabat dengan kita,” tandas Wazir. BMG

Leave A Reply

Your email address will not be published.