Perekat Rakyat Sulteng.

Penanganan Stunting Butuh Sinergi Lintas OPD

9

SULTENG RAYA – Pencegahan stunting di Sulawesi Tengah tidak boleh terfokus pada satu instansi saja, namun membutuhkan sinergitas lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng maupun pemerintah kabupaten dan pemerintah kota.

“Harus ada ketelibatan lintas OPD, ada istilah spesifik dan sensitif. Secara spesifik adalah wilayah kesehatan, itu kami. Tapi, sensitif melibatkan OPD lain,” jelas Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng, Euis Bianca kepada Sulteng Raya, Jumat (13/9/2019).

Menurutnya, hitung-hitungan presentase, jika sinergi intens dilakukan, efektifitas program-program pencegahan stunting bisa menembus 70 persen kesuksesan. Sisanya, kata dia, menjadi tanggung jawab dari Dinkes Sulteng.

“Tidak hanya milik Dinkes ini stunting. Ada Bappeda, PU, Pangan, Pertanian, Perikanan, Departemen Agama. Itu sama-sama harus bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi yang nyambung dengan pencegahan stunting,” ucapnya.

Ia mencontohkan, program spesifik yang bisa dilakukan pihaknya sangat terbatas seperti, tambah darah ibu hamil, ibu menyusui, posyandu remaja, kespro. Sedangkan jika bersinergi, ada banyak hal yang bisa dilakukan.

“Kalau Dinas Pangan mungkin, bagaimana pemenuhan gizi. Perikanan, bagaimana untuk pemenuhan konsumsi ikan masyarakat. PU seperti apa kondisi perawatan sanitasi, pemenuhan air bersih dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Dikatakannya, bukan hanya pemerintah provinsi yang harus menerapkan sinergitas. Namun, harus diterapkan juga kepada pemerintah daerah, karena notabenenya masyarakat Sulteng, secara keseluruhan dimitiki oleh setiap daerah tersebut.

“Kami yakin kalau seperti itu bisa berhasil sesuai dengan instruksi pemerintah pusat. Seperti angka stunting di Kabupaten Parigi Moutong, itu harus diterapkan sinergitas dan program-program pendukung harus di ko

Leave A Reply

Your email address will not be published.