Perekat Rakyat Sulteng.

Bupati Banggai Bicara HAM di Markas PBB

MENGGUNAKAN PAKAIAN ADAT SALUAN

17

SULTENG RAYA – Bupati Banggai, Herwin Yatim mencuri perhatian dalam pertemuan para delegasi anggota Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Selasa (10/9/2019).

Bupati Herwin menjadi delegasi Indonesia, berkaitan dengan penyelenggaraan Side Event dalam rangka kampanye pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2020-2022.

Ia pun tampil dengan performa terbaiknya, dengan memaparkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam menjalankan indikator rencana HAM, sehingga menjadi contoh bagi daerah lain.

Dalam paparannya, Bupati Herwin menyampaikan program dan inovasi HAM yang telah diterapkan. Seperti pemenuhan hak atas kesehatan, pendidikan, hak atas perempuan dan anak, kependudukan, perumahan yang layak serta lingkungan berkelanjutan.

Tahun 2018-2019, Kabupaten Banggai melaksanakan aksi HAM daerah dalam rangka pemajuan dan pemenuhan HAM. Di antaranya penajaman program pencegahan stunting melalui inovasi Posyandu Prakonsepsi untuk penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan, sehingga mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Kemudian, kebijakan kawasan tanpa rokok. Hak atas lingkungan yang berkelanjutan dengan inovasi Geralan Moral PINASA (Pia Na Sampah Ala).

Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Banggai berhasil meraih penghargaan sebagai kabupaten yang peduli terhadap HAM dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

Penghargaan tersebut diterima Pemda Banggai, karena dianggap konsisten dan komitmen melakukan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) di Indonesia.

Kehadiran Pemkab Banggai pada pertemuan delegasi PBB ini, melalui verifikasi penilaian sebagai kabupaten ramah HAM periode 2017, dan peringka rerkbaik peduli HAM 2018.

“Kami berhasil menurunkan tingkat kematian ibu melahirkan dalam beberapa tahun ke belakang serta memberikan kartu identitas bagi anak,” tutur Herwin, yang dihubungi Sulteng Raya, Rabu (11/9/2019).

Ia berharap usai kegiatan side event di Jenewa, koordinasi antara Ditjen HAM dan Kabupaten Binggai dalam menangani isu-isu HAM berjalan dengan lebih baik lagi.

Dalam forum resmi itu, Bupati Herwin Yatim pun mempromosikan batik Tenun Nambo, dengan membagikan kepada peserta delegasi dari berbagai negara yang hadir.

Sebagai informasi, selain Kabupaten Banggai, Kota Binjai juga turut mengikuti side event Dewan HAM tahun ini. Inovasi-inovasi dari pelosok negeri ini diharapkan mampu mendorong Indonesia sebagai anggota dewan HAM pada periode 2020-2022.

 

PERKENALKAN PAKAIAN ADAT BANGGAI

 

Salah satu yang yang menjadi fokus perhatian, adalah pakaian yang digunakan Bupati Herwin. Saat peserta dan delegasi dari negara lain tampil dengan pakaian jas, ia hanya menggunakan pakaian adat, sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah ini.

Bupati Herwin bangga menggunakan pakaian adat untuk memperkenalkan Kabupaten Banggai di mata International. Ia menjadi satu-satunya delegasi yang hadir di sidang HAM PPB dengan menggunakan pakaian adat.

“Saya memakai pakaian adat Saluan pertanda bahwa kami bangga di forum internasional. Saya bangga bisa memperkenalkan Adat Saluan, Balantak dan Banggai,” kata Bupati Herwin. ROA

Leave A Reply

Your email address will not be published.