Perekat Rakyat Sulteng.

Unisa Teken MoU dengan ICRC

16

SULTENG RAYA-Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, menjalinan kerjasama dengan pihak International Committee of the Red Cross  (ICRC), diwujudkan dalam bentuk penandatanganan MoU antara Rektor Unisa Palu, Dr Umar Alatas, M.,Pi  dengan Regionator Coordinator For Humanitarian Affairs ICRC Jakarta, Charles Dorman-O’Gowan, Senin (9/9/2019).

Kerjasama ini bertujuan untuk saling memanfaatkan kemampuan masing-masing institusi untuk mengimlementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Dimana ruang lingkup kerjasama ini adalah meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk kolaborasi riset, kegiatan Akademis, Seminar lokakarya, publikasi serta layanan masyarakat.

Juga kolaborasi yang terkait dengan pengajaran dan penyebaran hukum kemanusiaan internasinal, dan prinsip-pronsip kemanusiaan termasuk krispondensinya pada hukum Islam yang terkait dengan konflik dan sebagainya.

Penandatanganan MoU ini juga dirangkaian dengan seminar dan bedah buku tentang hukum perang Islam. “Akhir-akhir ini, tema tentang Islam dan hukum perang mendapat perhatian besar. Meski demikian, penting dan relevannya topik ini tidak mendapat perhatian para pakar yang kompeten dibidangnya, dibuktikan dengan sedikitnya kajian yang terbit saat ini,”kata Rektor Dr Umar Alatas.

Disisi lain di dunia barat, Islam telah menjadi sumber ketakutan, dan kecurigaan selama berabad-abad. Buku yang diterbitkan oleh Prof. Dr. Ahmed Al-Dawoody., MA kata rektor dapat dijadikan rujukan penting dalam kajian hukum perang menurut Islam. “Terutama dalam dua aspek, yang pertama justivikasi untuk melaksanakan perang, dan aspek kedua adalah aturan-aturan atau etika yang berlaku atau diberlakukan tatkala perang sedang berlangsung,”jelas rektor.

Sementara itu, Regionator Coordinator For Humanitarian Affairs ICRC Jakarta, Charles Dorman-O’Gowan, mengatakan bahwa MoU yang ditandatangani bersama tersebut menjadi pintu masuknya hubungan yang lebih baik lagi antara institusi Unisa dengan ICRC, terutama dalam hal diskusi, pembahasan, dan penyebarluasan pemahaman hukum-hukum kamanusiaan Internasional.

Sebagaimana diketahui, bahkan ICRC adalah salah satu lembaga independen yang konsen pada kasus-kasus perang, khususnya perlindungan terhadap korban perang, dan telah hadir diberbagai negara yang tengah dilanda konflik perang saat ini, termasuk di Timur Tengah.

Dalam seminar dan bedah buku tersebut, hadir sebagai narasumber adalah Prof. Dr. Ahmed Al-Dawoody., MA (Penasihat Hukum bidang Yurisprudensi dan Hukum Islam, ICRC dan Penulis Buku Hukum Perang Islam) dan H. S. Ali bin Muhammad Aljufri., MA (Ketua Umum PB. Alkhairaat dan Ketua MUI Provinsi Sulawesi Tengah), Regionator Coordinator For Humanitarian Affairs ICRC Jakarta, Charles Dorman-O’Gowan. 

Kegiatan ini dilangsungkan di Aula Fakultas Kedokteran Unisa Palu, dihadiri oleh mahasiswa, dosen dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tengah. AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.