Perekat Rakyat Sulteng.

Cabai di Palu Rp75.000 Per Kg

22

SULTENG RAYA – Beberapa pekan terakhir, harga cabai di tingkat pedagang melambung tinggi.

Di Pasar Masomba Kota Palu, misalnya, harga cabai mencapai Rp75.000 per kilogram (kg). Padahal, harga normal cabai hanya Rp35.000 per kg.

“Iya yang naik sekarang harga cabai, sudah hampir sebulan  naiknya, harganya sampai Rp75.000 per kilo, kalau harga normal biasa kita jualnya sekitar Rp35.000 karena modalnya Rp30.000. Untuk sekarang, kita jualnya Rp75.000 karena kita belinya juga Rp70.000 kita hanya ambil untung Rp5.000 saja,” kata salah seorang pedagang sayur di Pasar Masomba, Kamsiati (45), kepada Sulteng Raya, Rabu, (11/9/2019).

Menurutya, penyebab harga naik pesat akibat tingginya permintaan dari luar daerah, sehingga pasokan lokal tidak terdistribusi maksimal di pasar lokal.

“Kita belinya dari pemasok di Biromaru harganya tergantung dari mereka. Sekarang harga cabainya bisa naik, karena banyak permintaan dari luar daerah yakni, Kalimantan, Manado dan Gorontalo,” katanya.

Harga tersebut, kata dia, masih berpotensi naik jika permintaan dari luar daerah semakin banyak.

Ia berharap, pemerintah daerah turun tangan untuk melakukan intevensi kebijakan terkait distribusi luar daerah.

“Iya. Kalau permintaan banyak bisa jadi akan naik lagi harganya, karena sudah dikirim keluar daerah semua. Jadinya di sini (Kota Palu), stoknya berkurang makanya harganya bisa mahal,” ucapnya.

Meski demikian, konsumen tetap membeli. Karena, cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Namun, ia mengaku, kerap mendapat keluhan dari konsumen.

“Masyarakat masih tetap membeli, karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat apalagi orang Palu kalau tidak Makan cabai seperti ada yang kurang, meskipun harga naik tidak berpengaruh pada penjualan, tapi ada yang mengurangi misalnya biasa beli sekilo sekarang hanya beli harga Rp10 ribu mungkin,” ujarnya. MG1/RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.