Perekat Rakyat Sulteng.

Pemda Diminta Konsisten Galakkan Posyandu Remaja

21

SULTENG RAYA – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng mengimbau kepada pemerintah daerah, baik kota maupun kabupaten agar tetap konsisten melaksanakan program posyandu remaja.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Sulteng, Euis Bianca, mengatakan, program posyandu remaja akan membentuk remaja sehat,  kreatif mandiri dan berdaya saing untuk pembangunan kesehatan berkelanjutan.

Menurutnya, menghindari risiko  terburuk saat berkeluarga adalah pada saat remaja. Untuk itu, pada usai tersebut, harus dipastikan fisik dan mental seseorang benar-benar terjaga kebugarannya. Caranya, remaja harus menerapkan pola hidup sehat.

Jika sejak remaja sudah rutin melaksanakan cek kesehatan, maka dipastikan saat berkeluarga fisik telah sehat dan dapat mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan, misalnya menghasilkan keturunan terkena stunting, kematian ibu hamil dan penyakit lain ditakutkan diidap si ibu dan anak saat hamil hingga melahirkan.

“Kami berpikir interfensi awal itu bagusnya pada umur remaja untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan ketika sudah berkeluarga, bukan hanya perempuan tetapi juga berlaku pada laki-laki,” ucapnya kepada Sulteng Raya saat ditemui di kantornya Jalan Kartini Kota Palu, Selasa (10/9/2019).

Melalui program posyandu remaja tersebut, kata dia, pekerja kesehatan akan memeriksa secara rutin kesehatan dasar hingga sistem reproduksi.

“Yang pelu juga dicegah adalah pernikahan dini yang marak, karena itu sangat rentan mengalami hal yang tidak diinginkan. Kegiatan yang ada di posyandu remaja itu bukan hanya tentang kesehatan, tetapi juga tentang me-manage kehidupannya, bersosialisasi dengan orang, sehingga dia melek terhadap masalah-masalah kesehatan yang ada dan melakukan pencegahan terhadap yang dilihatnya,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya konsisten mengawasi kegiatan-kegiatan kesehatan di daerah, khususnya kegiatan berhubungan Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat  hingga sosialisasi terhadap penurunan angka stunting.

“Kegiatan posyandu remaja ini bisa disesuaikan dengan sektor apa yang nantinya akan digenjot pemerintah, keseluruhannya saya pikir selalu tersambung, tinggal penambahan konten kesehatan saja yang jadi perhatian dengan pertimbangan permasalahan kesehatan yang ada di daerah tersebut,” imbuhnya. RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.