Perekat Rakyat Sulteng.

Dinkes Sulteng Imbau Pemda Konsisten Galakkan Posyandu Remaja

23

SULTENG RAYA – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng mengimbau kepada Pemerintah Daerah, baik Kota maupun Kabupaten untuk terus konsisten melaksanakan program posyandu remaja kepada masyarakatnya masing-masing.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Sulteng, Euis Bianca mengatakan, program posyandu remaja akan membentuk remaja sehat,  kreatif mandiri dan berdaya saing untuk pembangunan kesehatan berkelanjutan. Menurutnya, pola hidup sehat untuk menghindari resiko terburuk ketika berkeluarga adalah pada saat remaja, pada umur tersebut harus dipastikan fisik dan mental seseorang benar-benar terjaga kebugarannya.

Lanjutnya, ketika sejak remaja, para remaja tersebut rutin melaksanakan cek kesehatan, maka akan dipastikan pada saat berkeluarga fisik telah sehat dan dapat mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan, misalnya menghasilkan keturunan yang terkena stunting, kematian ibu hamil, dan penyakit lain yang ditakutkan diidap si ibu dan anak pada saat menjalankan kehamilan maupun melahirkan.

“Kami berpikirinterfensi awal itu bagusnya pada umur remaja untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan ketika sudah berkeluarga, bukan hanya perempuan tetapi juga berlaku pada laki-laki,” ucapnya kepada Sulteng Raya saat ditemui di kantornya Jalan Kartini Kota Palu, Selasa (10/9/2019).

Dirinya menambahkan, dalam program posyandu remaja itu, para pekerja kesehatan akan memeriksa secara rutin terkait cek keshatan dasar hingga pada sistem reproduksi.

“Yang pelu juga dicegah adalah pernikahan dini yang marak, karena itu sangat rentan mengalami hal yang tidak diinginkan. Kegiatan yang ada di posyandu remaja itu bukan hanya tentang kesehatan, tetapi juga tentang me-manage kehidupannya, bersosialisasi dengan orang, sehingga dia melek terhadap masalah-masalah kesehatan yang ada dan melakukan pencegahan terhadap yang dilihatnya,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya konsisten mengawasi kegiatan-kegiatan kesehatan yang ada di daerah, khususnya kegiatan yang berhubungan dengan Germas hingga sosialisasi terhadap penurunan angka stunting.

“Kegiatan posyandu remaja ini bisa disesuaikan dengan sektor apa yang nantinya akan digenjot pemerintah, keseluruhannya saya pikir selalu tersambung, tinggal penambahan konten kesehatan saja yang jadi perhatian dengan pertimbangan permasalahan kesehatan yang ada di daerah tersebut,” imbuhnya. RHT

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.