Perekat Rakyat Sulteng.

PEMERINTAH MALAYSIA-MAPIM Bangun Kembali Masjid Al-Muhajirin BTN Teluk Palu Permai

54

SULTENG RAYA-Pemerintah Malaysia bersama MAPIM membangun kembali Masjid Al-Muhajirin BTN Teluk Palu Permai, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore Palu yang sebelumnya hancur akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu 7,4 SR pada tanggal 28 September 2018 silam.

Hadir melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid Wakil Pejabat Menteri Agama Malaysia, Tuan Ahmad Zaki B Md Nor bersama rombongan, Rabu (4/9/2019).  

Wakil Pejabat Menteri Agama Malaysia ini menargetkan pembangunan masjid tersebut paling lama tiga bulan sejak dilakukan peletakan batu pertama, dengan harapan dapat dimakmurkan (dimanfaatkan) masyarakat setempat sebagai rumah ibadah bagi umat muslim.

“Masjid ini mengambil nama Muhajirin, nama kumpulan masyarakat Mekkah yang hijrah ke Madina, dan masyarakat Madina menyambut dan membantu segala kebutuhannya, semangat ini yang dibangun di Malaysia, sekalipun masyarakat Malaysia tidak hijrah kemari, namun semangat membantu itu ada sehingga kami hadir membangun masjid ini,”ungkap Wakil Pejabat Menteri Agama Malaysia, Tuan Ahmad Zaki B Md Nor.

Ia juga menguraikan, jika hubungan Malaysia dengan Indonesia tidak hanya diikat oleh satu rumpun, sebagai rumpun Melayu, melainkan juga oleh Ikatan Persaudaraan Akidah, yakni sama-sama negara yang penduduknya mayoritas Islam.

Sebagai saudara, patut turut serta merasakan kesedihan dan kesusahan jika ada saudaranya yang lain mengalami musibah. Hal inilah yang terjadi pada masyarakat di Malaysiah, saat mendengar saudara-saudara mereka di Indonesia mengalami musibah, mereka juga ikut merasakan kesedihan dan kesusahan itu. “Saudara di sini kena musibah, Saudara di Malaysia ikut merasakan,”tuturnya.

Ia juga mengapresiasi sambutan masyarakat BTN Teluk Palu Permai, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore Palu. Orang kedua di Kementerian Agama Malaysia ini tidak menyangka disambut begitu meriah oleh masyarakat. Disambut dengan tari-tarian Mokambu, tarian penyambutan tamu yang dimuliakan, serta adanya pengalungan bunga  sebagai rasa syukur atas kunjungannya di lembah Palu, Tanah Kaili.

Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Masjid Al-Muhajirin BTN Teluk Palu Permai, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore Palu, Dr Surni Kadir, mengatakan, suatu kesyukuran kepada Allah SWT yang telah menggerakan hati Pemerintah Malaysia bersama MAPIM (salah satu lembaga kamanusiaan di Malaysia) memilih Masjid Al-Muhajirin BTN Teluk Palu Permai untuk dibangun kembali.

Terlebih pembangunan ini sifatnya menyeluruh mulai dari desain hingga siap digunakan, masyarakat tinggal terimah kunci. “Alhamdulillah, Allah telah menggerakan hati Pemerintah Malaysia bersama MAPIM memilih Masjid Al-Muhajirin untuk dibangun kembali, apalagi ini kita tinggal terima kunci,”ungkapnya.

Dimana masjid ini sebelumnya dibangun secara swadaya masyarakat sekitar enam tahun. Namun sayang Allah berkehendak lain, tepatnya Hari Jumat, 28 September 2018, gempa melanda Kota Palu dan sekitarnya berkekuatan 7,4 SR, disusul tsunami dan likuifaksi, mengakibatkan sejumlah bangunan hancur termasuk bangunan Masjid Almuhajirin.

Bangunan Masjid ini dibangun di atas lahan hibah dari Mantan Bupati Kabupaten Donggala, H. Ramli Nor. “Sekali lagi, atas nama masyarakat dan jamaah Masjid Al-Muhajirin BTN Teluk Palu Permai, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore Palu, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Malaysia dan MAPIM atas bantuannya membangun kembali Masjid Almuhajirin, semoga pahala akan terus mengalir kepada Pemerintah Malaysiah dan MAPIM,”kata  Surni Kadir.

Hadir dalam peletakan batu pertama ini Dato’ Paimuzi b Yahya (Timbalan Ketua Pengarah – Operasi JAKIM), Dr. Ahmad Sani B Abdul Halim Araby (Ketua Pegawai Operasi – MAPIM Malaysia), Tn Hj Mohd Ajib B Ismail (Pengarah JAWI), Tuan Ahmad Zaki B Md Nor (Wakil Pejabat Menteri Agama Malaysia)., serta Kabid Bimas Kanwil Kementerian Agama Sulteng H. Ramli. AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.