Perekat Rakyat Sulteng.

Dugaan Penistaan Agama, Guru SMP di Palu Dipolisikan

45

SULTENG RAYA – Usai melaporkan seorang guru berinisial MT ke Polda Sulteng, terkait dugaan penistaan agama, Ustaz Samad didampingi Tim Pengacara Muslim (TPM) Andi Akbar, meminta kepolisian segera menangkap dan memproses hukum guru tersebut.

Diketahui, MT yang merupakan guru mata pelajaran IPA di salah satu SMP Negeri di Palu, dilaporkan rekannya sendiri, Ustaz Samad, yang merupakan guru Agama di sekolah yang sama, pada Sabtu (7/9/2019), kira-kira pukul 12.40 WITA, dengan Laporan Kepolisian Nomor: LP /268 /IX/2019/SPKT POLDA SULTENG tanggal 07 September 2019.

Pelapor juga melengkapi laporannya dengan sejumlah barang bukti rekaman suara dan catatan murid yang disampaikan MT.

Kuasa Hukum TPM Sulteng, Andi Akbar, meminta Polda Sulteng cepat menyikapi kasus penistaan agama tersebut.

Menurut Andi, MT dapat dijerat dengan UUD 1945 Pasal 28 Ayat E tentang kebebasan orang ibadah menurut keyakinan, Pasal 4 dan 16 No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis serta Pasal 156 A KUHP ancaman 5 tahun tentang Penistaan dan Penodaan agama.

“Kami sudah laporkan dan diterima baik. Saat ini kami menunggu seperti apa prosesnya,” katanya saat menggelar konferensi pers di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Ahad (8/9/2019).

Untuk langkah selanjutnya, Andi Akbar, menuturkan segera berembuk bersama organisasi Islam, masyarakat, guru dan orang tua murid untuk membahas upaya mendesak Polda segera menangkap pelaku penistaan agama.

“Langkah selanjutnya, untuk sementara ini menunggu proses hukum, apakah ditindaklanjuti secara cepat atau tidak. Tapi kalau soal aksi, kami sudah konsolidasi dengan masyarakat, guru, orang tua murid dan beberapa organisasi Islam lainnya. Namun soal teknisnya, kami sedang membahas lebih lanjut,” jelasnya.

Senada diungkapkan Ustaz Samad. Dikatakannya, pelaporan kasus penistaan agama terhadap MT sudah melalui prosedur, dan menunggu sikap Polda Sulteng menindaki oknum guru tersebut.

“Kami telah menempuh prosedur hukum yang ada dan diharapkan segera ditindaklanjuti. Sehingga kedepan jangan ada lagi orang seperti itu di sekolah,” jelasnya.

Menurutnya, laporan yang diterima oleh Polda Sulteng, dan tertera di LP adalah perkara ujaran kebencian. Namun, dia berharap dari hasil pemeriksaan, MT bisa dijerat terkait perkara penistaan agama.

“Sejumlah barang bukti berupa rekaman dan catatan murid, sudah diserahkan ke penyidik,” tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah guru didampingi TPM Sulteng melaporkan seorang guru berinisial MT atas dugaan melakukan ujaran kebencian agama. Oknum guru tersebut merupakan guru mata pelajaran IPA di salah satu SMP Negeri di Kota Palu.

“Pelanggaran secara administrasi sementara berlangsung dijalani oleh guru bersangkutan, namun karena ini masalah akidah umat Islam, mau tidak mau ini harus dilaporkan atau dibawa ke ranah hukum,” kata Ustaz Samad, di Mapolda Sulteng, Palu, Sabtu (7/9/2019).

Ustaz Samad, menuturkan terdapat beberapa poin dilaporkan yang menurutnya ada dugaan penistaan agama, yakni larangan beribadah untuk salat tepat pada waktunya, biasanya isi Alquran belum tentu benar. Bahkan, MT sempat menyebutkan sejumlah siswanya bahwa bahasa Arab yang disampaikan para ustaz belum tentu benar dan yang dihormati belum tentu suci.

“Saat itu ada tiga siswa kelas 9 yang sempat dilarang melaksanakan salat,” tuturnya.

Mestinya sebagai pendidik, kata Ustaz Samad, tidak boleh menyentuh ranah bersama secara mendalam. Bahkan, ungkapan yang dilontarkan kepada siswa terkesan memendam kebencian terhadap agama Islam.

“Saya merasa tidak senang karena agama saya dihina,” ujarnya.

Setelah sejumlah guru didampingi TPM bereaksi, oknum guru berinisial MT langsung menutup akun Facebook dan memblokir beberapa nomor handphone guru yang juga tidak senang atas dugaan penistaan agamanya itu. RAF/DTC

Leave A Reply

Your email address will not be published.