Perekat Rakyat Sulteng.

Indonesia Produksi Sampah Plastik 1,2 Juta Ton Pertahun

37

SULTENG RAYA-Indonesia memproduksi sampah plastik 0, 49 juta ton sampai dengan 1,2 juta ton pertahun, dan peraih peringkat kedua di dunia produksi sampah plastik setelah Cina.

Kondisi ini sangat memprihatinkan karena ikut merusak ekosistem laut dan telah menjadi isu global, tidak hanya bermigrasi sampai ke Autralia melainkan juga sudah berpotensi merusak kesehatan, karena ditemukan diperairan Indonesia sejumlah Ikan dagingnya telah mengandung plastik.

Kondisi ini kata Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Dida Migfar Ridha, M.Si, tidak bisa dibiarkan dan butuh kesadaran kolektif seluruh komponen masyarakat untuk mengurangi sampah plastik, mulai dari pengurangan penggunaan plastik sebagai kemasan makanan hingga edukasi kemasyarakat untuk melakukan daur ulang.

“Itulah pentingnya kesadaran bersama, mulai dari mengurangi penggunaan plastik, menjaga sampah plastik tidak sampai ke pesisir pantai hingga ke laut, kalau perlu kita daur ulang,”kata Dida Migfar, di Kota Palu. Sabtu (7/9/2019).

Sementara terkat Jurnal asing yang menempatkan Indonesia sebagai urutan kedua produksi sampah plastik setelah Cina, perlu disikapi sebagai momentum menginstropeksi diri untuk tidak menjadi penyumbang sampah plastik dengan cara mengurangi penggunaannya.

Namun disisi lain Pemerintah Indonesia juga saat ini tengah berupaya kembali melakukan riset sampah plastik di Indonesia, namun bukan berarti ingin mengkanter hasil penelitian asing, hanya ingin memastikan bahwa sampah laut Indonesia sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

“Berdasarkan jurnal asing sekarang ini, Indonesia ditempatkan sebagai nomor dua setelah Cina dengan berbagai metodologi yang dilakukan, kita hanya ingin mengetahui yang sesungguhkanya,”ungkapnya.

Untuk itu metodologi menghitung ini menjadi sangat penting. Kementerian LHK mengeluarkan pedoman dengan mengacu kepada pedoman yang dikeluarkan oleh United Nation and Parlemen Program. Sehingga hasil penelitian ini bisa dilakukan perbandingan komparatif antar berbagai wilayah di Indonesia. “Mudah-mudahan sampah laut kita tidak seperti yang di apa disampaikan dalam berbagai penelitian internasional,”harapnya. AMI

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.