Perekat Rakyat Sulteng.

Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Kompak Bersihkan Pantai Baiya

37

SULTENG RAYA-Ratusan pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat dari berbagai komunitas kompak turun membersihkan pesisir pantai Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaili, Kota Palu, dari sampah baik itu daun, kayu, terutama plastik.

Uniknya, sampah yang telah terkumpul dimasukan kedalam karung yang telah disedikan lalu ditimbang. Satu persatu karung sampah yang penuh dihitung. Setiap sektor mulai dari sektor A, B, dan C berusaha mengumpulkan sampah sebanyak-banyaknya agar mendapatkan timbangan yang paling berat.

Ini adalah kegiatan Indonesia Coastal Clean-Up dengan tema Les’t Clean The Sea With Us, yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan dilaksanakan oleh PPKPMP Untad Palu dan didukung oleh Komunitas Masyarakat Peduli Pesisir (MAAP), dan sejumlah instansi pemerintah seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu.

Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Dida Migfar Ridha, M.Si. berharap, kegiatan ini bisa berkelanjutan dan bukan hanya di daerah Pesisir Pantai Baiya, melainkan juga bisa menjalar ke daerah pesisir pantai lainnya di Sulawesi Tengah. Karena upaya pengurangan resiko sampah terlebih sampah plastik harus dimiliki masyarakat.

Mengingat sampah plastik sudah begitu memprihatinkan, tahun sebelumnya hasil riset dari PPKPL pesisir pantai baiya telah mengandung 106,38 gram sampah per meter persegi. Tahun ini kembali dilakukan dan hasilnya akan diumumkan akhir September 2019.

Direktur PPKPL  ini memastikan akan terus memonitor gerakan bersih pantai ini sejauhmana program ini bisa berjalan, serta sejauh mana hasil dari program ini. Apakah bisa mengurangi sampah di pesisir pantai atau tidak. “Kita ingin penanganan sampah ini menjadi gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan,”harapnya, Sabtu (7/9/2019). AMI

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.