Perekat Rakyat Sulteng.

Perwakilan Desa Walatana Hadiri Stakeholder Meeting Perpusnas di Luwuk

16

SULTENG RAYA – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Stakeholder Meeting Tingkat Provinsi di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Senin – Selasa (2-3/9/2019).

Kegiatan yang mengangkat tema “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial” ini dihadiri oleh Tim Sinergi Perpustakaan Nasional, para Akademisi, Dinas Perpustakaan Provinsi, Bapedda Provinsi, Dinas PMD Sulteng, Dinas Kominfo, Dinas Perindakop Provinsi Sulteng, Telkom, Inkindo serta rombongan dari Dinas perpustakaan Kabupaten dan sejumlah pihak penerima manfaat program transformasi perpustakaan inklusi sosial dari setiap perpustakaan desa.

Salah satu desa yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.  Desa Walatana terpilih karena perpustakan desa sebagai pusat kegiatan Kampung Literasi Sigi (KLS) telah menyelenggarakan banyak program atau kegiatan perpustakaan yang menyentuh banyak lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, pemuda dan masyarakat secara keseluruhan.

Pengelola perpustakaan sekaligus pembina Kampung Literasi Sigi (KLS), Mahadin Hamran hadir mempresentasikan program perpustakaan desa yang berbasis inklusi sosial tersebut. Ia mengatakan bahwa kehadiran perpustakaan, sejatinya bukan hanya sebagai tempat membaca buku tetapi juga berperan menjadi sarana untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Perpustakaan sebagai tempat membaca harus bertransformasi menjadi tempat menumbuhkan ekonomi, menjadi pusat pengetahuan, sentral informasi dan kreativitas masyarakat,”ujarnya.

Mahadin juga mengatakan, ada beberapa impact yang dirasakan masyarakat melalui pembentukan unit usaha Kampung Literasi Sigi dalam memproduksi keripik pisang. Unit usaha ini sudah cukup berkembang karena bisa memproduksi 50 sampai 60 PCS perhari.

Mahadin menambahkan, anggota unit usaha literasi ini sudah memperoleh penghasilan mulai Rp  700 ribu hingga Rp 2 Juta perbulan.

“Sampai saat ini, kami baru mendapatkan pelanggan sekitar 300 kios yang ada di beberapa kecamatan di Kabupaten Sigi,”katanya.

Dia mengatakan, kegiatan perpustakaan Kampung Literasi Sigi sebagai bentuk dari transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang bisa meningkatkan etos kerja, memberikan kesejahteraan ekonomi dan juga bisa dijadikan pilot projek pemberdayaan dalam penanganan korban pasca bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Melalui kegiatan Stakeholder Meeting Tingkat Provinsi, Mahadin mengharapkan agar semua pihak yang hadir bisa membantu pengembangan KLS yang ada di Desa Walatana tersebut. */WAN

Leave A Reply

Your email address will not be published.