Perekat Rakyat Sulteng.

Syamsul: Alfamidi Turut Sumbang PAD Palu

33

SULTENG RAYA – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kota Palu, Syamsul Saifudin mengklaim, kehadiran gerai Alfamidi milik PT Midi Utama Indonesia, Tbk., memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu.

Selain meningkatkan PAD, kehadiran Alfamidi di daerah itu juga ikut mengurangi pengangguran di Kota Palu. Sayangnya, ia tidak merinci berapa jumlah pasti PAD diberikan Alfamidi.

“Pajak yang ditanggungkan oleh Alfamidi cukup tinggi, sehingga menambah pendapatan daerah, terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar Alfamidi,” kata Syamsul Saifudin kepada Sulteng Raya, Selasa (3/9/2019).

Meski begitu, kata dia, jumlah gerai Alfamidi di Kota Palu tetap dibatasi. Hal itu sebagai upaya untuk mengimbangi pendapatan para pelaku usaha kecil, khususnya pemilik kios di sekitar gerai Alfamidi.

“Sebenarnya, kita hanya mengizinkan satu gerai di tiap kelurahan. Tetapi, ada juga beberapa kelurahan yang membangun dua gerai karena daerahnya luas dan memungkinkan untuk dibangun dua, kita mengizinkan. Namun, sebaiknya kita berusaha untuk tetap mempertahankan satu gerai,” kata Syamsul Saifudin kepada Sulteng Raya, Senin (2/9/2019).

Selain itu, ekspansi Alfamidi di Kota Palu bukan tanpa syarat. Menurutnya, untuk mendapatkan izin mendirikan gerai, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memberikan tiga syarat, yakni Alfamidi harus menyediakan dua kios kontainer setiap satu gerai untuk mengganti kios rusak milik masyarakat. Kedua, Alfamidi harus bersedia menjual semua produk Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Ketiga, PT Midi Utama Indonesia, Tbk., harus merehabilitasi taman nasional di Taman Kota.

“Saat ini, Alfamidi telah merealisasikan dua syarat. Mereka baru memenuhi permintaan kontainer dan penjualan produk,” ucap Syamsul.

Diketahui, saat ini Alfamidi telah memiliki 50 gerai di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu. Selain itu, Alfamidi juga telah memperluas ekspansi usaha hingga ke Kabupaten Parigi Moutong dan Poso. Alfamidi memilik 4 gerai di Kabupaten Poso dan satu di Kabupaten Parigi Moutong.

Sebelumnya diberitakan, kehadiran gerai Alfamidi milik PT Midi Utama Indonesia, Tbk., di Kota Palu ternyata mulai dikeluhkan sebagian pemiki kios, khususnya di sekitar gerai.

Seperti dituturkan Landong, salah seorang pedagang kecil di Jalan Tanjung Satu, Kota Palu, mengeluhkan omzet atau pendapatan yang merosot akibat berdekatan salah satu gerai Alfamidi di daerah itu.

“Dulu sebelum ada Alfamidi setiap hari saya bisa dapat Rp3 juta sampai Rp4 juta per hari, tapi sekarang setelah adanya Alfamidi di depan kios, pendapatan saya tinggal Rp500 ribu per hari, rendah sekali dibandingkan sebelumnya. Padahal, harga barang di Alfamidi sangat mahal dibandingkan harga barang yang saya jual,” kata Ladong kepada Sulteng Raya, Jumat (30/8/2019).

Ungkapan sama disampaikan Sahimo, pemilik kios di Jalan Anoa ini mengalami penurunan omzet dari Rp2 juta per hari menjadi Rp1 juta per hari sejak Alfamidi resmi dibuka tidak jauh dari kios miliknya.

Namun, pemilik kios satu ini tidak berputus asa. Karena, ia sadar, tidak ada aturan untuk saling menghalangi orang berusaha.

“Mau diapa, semua berhak untuk membuka usaha. Kita nantinya tinggal menunggu yang ingin membeli di sini,” katanya.

Lain halnya dengan Basri, pemilik kios di Jalan Towua ini tidak ambil pusing kehadiran Alfamidi yang berdampak menurunnya omzet kiosnya. Diakuinya, omzetnya sangat menurun, namun ia berfikir positif, sudah menjadi risiko pelaku usaha.

“Tapi sebaiknya pemerintah perlu membatasi jumlah minimarket yang sudah mulai banyak di Kota Palu, agar para pedagang kecil seperti kami tetap bertahan dalam menjalankan bisnis ini,” katanya.

KIOS BISA BERMITRA DENGAN ALFAMIDI

Entah pihak manajemen Kantor Cabang Palu kurang sosialisasi atau pemilik kios yang kurang peduli dengan program ditawarkan Alfamidi. Pasalnya, Alfamidi hadir di Palu membawa program yang menguntungkan pemilik kios, yakni program kemitraan dan pembinaan kios kelontongan.

“Kita membina dengan menjadikan sebagai member dan mendapat pelayanan kebutuhan barang di bawah harga Alfamidi. Saat ini sudah 300-an pemilik kelontongan yang telah terdaftar sebagai calon member binaan,” kata Corporate Affair Director PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi), Solihin saat pembukaan gerai Alfamidi ke-50 di Kota Palu, Jalan Pue Bongo, Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, Jumat (30/8/2019).

Ia menegaskan, ekspansi atau perluasan usaha di Kota Palu oleh Alfamidi bukan untuk menyaingi harga kios kelontongan.

“Saya kira kita tidak bersaing dengan kelontongan (kios). Harga kita lebih tinggi. Apalagi, kita memiliki beban menggaji karyawan hingga kebutuhan operasional sangat tinggi. Apalagi, kita punya ruangan ber-AC,” kata Solihi. MG1/RHT/HGA

Leave A Reply

Your email address will not be published.