Perekat Rakyat Sulteng.

Alfamidi Resmikan Gerai ke-50 di Palu

33

SULTENG RAYA – PT Midi Utama Indoesia, Tbk., selaku pemilik gerai Alfamidi terus memperluas wilayah pelayanannya di Kota Palu.

Seperti dilakukan pada Jumat (30/8/2019) kemarin. PT Midi Utama Indoesia, Tbk., kembali meresmikan gerai di Jalan Pue Bongo, Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga. Gerai Pue Bongo menjadi gerai ke-50 dibuka di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Persemian yang dihadiri langsung Corporate Affair Director PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi), Solihin itu, diresmikan oleh Wali Kota Palu, Hidayat.

Wali Kota Hidayat, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu sangat mendukung kehadiran Alfamidi di daerah itu. Terlebih kondisi masyarakat di daerah itu sangat membutuhkan lapangan pekerjaan pascabencana. Selain itu, ia menilai kehadiran Alfamidi di Kota Palu tidak berdampak signifikan terhadap pemilik kios.

“Saya kira kita harus membuka diri juga. Sepanjang masih dibutuhkan masyarakat, masih bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat, kita berikan,” kata Hidayat.

Meski begitu, Hidayat menegaskan, pembukaan gerai Alfamidi harus dengan sayarat yang telah disepakati sebelum Alfamidi masuk Palu.

Jauh sebelumnya, kata Hidayat, ada tiga syarat harus dipenuhi pihak Alfamidi jika ingin membuka gerai di kota Palu. Pertama, setiap pembukaan gerai, Alfamidi harus menyumbang dua kontainer untuk mengganti kios-kios kumuh milik masyarakat.

“Nah kemarin (sebelum bencana)m, Alfamidi sudah memberikan 30 lebih kontainer, namun belum sempat dibagi ke masyarakat  akibat bencana pada 28 September 2018 lalu,” kata Hidayat.

Kedua, semua produk anak Kaili memenuhi standar Alfamidi, dipasarkan di seluruh gerai di Indonesia. Ketiga, Alfamidi harus membenahi Taman Nasional Kota Palu.

“Alhamdulillah, itu semua disetujui oleh pihak Alfamidi dan disitulah awalnya saya mengenal bapak Solihin sebagai orang yang tertinggi di Alfamidi,” ucap Wali Kota Hidayat.

Ia berharap, dengan dibangunnya Alfamidi di Kota Palu, khususnya di Jalan Pue Bongo, Kelurahan Boyaoge dapat membangkitkan perekonomian Kota Palu pascabencana, khususnya membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Corporate Affair Director PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi), Solihin, menegaskan, ekspansi atau perluasan usaha di Kota Palu oleh Alfamidi bukan untuk menyaingi harga kios kelontongan.

“Saya kira kita tidak bersaing dengan kelontongan (kios). Harga kita lebih tinggi. Apalagi, kita memiliki beban menggaji karyawan hingga kebutuhan operasional sangat tinggi. Apalagi, kita punya ruangan ber-AC,” kata Solihi.

Selain itu, pihaknya juga telah menjalankan program kemitraan dan pembinaan pelaku usaha kecil atau kios kelontongan.

“Kita membina dengan menjadikan sebagai member dan mendapat pelayanan kebutuhan barang di bawah harga Alfamidi. Saat ini sudah 300-an pemilik kelontongan yang telah terdaftar sebagai calon member binaan,” katanya.

Sebelum peresmian, di tempat terpisah PT Midi Utama Indonesia, Tbk., melaksanakan kegiatan bhakti sosial membagikan donasi berupa sembako kepada sejumlah msayarakat, termasuk pemberian donasi untuk pembangunan Masjid Nur Assa’ Addah di Padanjakaya, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga sebesar Rp5 juta. Bantuan itu bersumber dari donasi konsumen Alfamidi.

Diketahui, saat ini, Alfamidi tidak hanya meperluas pasar di wilayah Kota Palu, namun Alfamidi saat ini sedang menyasar perluasan usaha di seluruh kabupaten di Sulteng. Hingga kini, gerai Alfamidi di Sulteng telah 55 gerai, yakni 50 di Palu, 4 di Kabupaten Poso dan satu di Kabupaten Parigi Moutong. HGA

Leave A Reply

Your email address will not be published.