Perekat Rakyat Sulteng.

SMLS Edukasi Berbasis Lingkungan

SHARP HADIR DI PALU

23

SULTENG RAYA – Krisis lingkungan masih menjadi permasalahan serius dan terus mencuat saat ini di berbagai wilayah di Indonesia sehingga perlu penanganan serius menyelesaikannya.

Selaku perusahaan manufaktur elektronik, PT Sharp Electronics Indonesia menawarkan solusi pendidikan lingkungan usia dini, salah satunya melalui Corporate Social Responsibility (CSR) yakni program Sharp Mobile Learning Station (SMLS) yang diinisiasi sejak 2016.

SMLS dikemas melalui mobil belajar keliling milik armada service yang secara khusus menyambangi Sekolah Dasar (SD) di seluruh Indonesia. Di Palu, pihak Sharp mengedukasi SMLS di SDN 2 Tanamodindi Jalan Balai Kota, Kota Palu. Sebelumnya telah hadir di sejumlah pulau seperti Jawa, NTT, NTB, Sumatera, dan Kalimantan.

SMLS dari Sharp diisi berbagai pelajaran oleh tim dari pusat seperti belajar bijak menggunakan listrik dalam hal penggunaan barang-barang elektronik yang memiliki output pengurangan konsumsi energi yang sedikit banyaknya berdampak terhadap lingkungan. Karena listrik merupakan sesuatu yang berasal dari lingkungan. Disamping itu, ada juga pelajaran mengenai lingkungan dan keanekaragaman hayati.

“Kami senang sekali, akhirnya SMLS sampai juga di Sulteng. Sebelumnya, kami pernah menggelar bakti untuk negeri di Palu pascabencana. Kami melihat, semangat belajar yang begitu besar dari anak-anak yang kami bimbing untuk trauma healing. Untuk itulah, kami kembali ke Palu dengan harapan bisa menyalurkan pengetahuan kepada mereka lewat SMLS,” ucap Senior PR & Brand Communications Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio dalam rilis yang diterima Sulteng Raya, Sabtu (24/8/2019).

Program tersebut, kata Pandu, berlangsung selama satu hari. Kurang lebih 70 pelajar di SDN 2 Tanamodindi dari kelas lima dan enam ikut serta dalam pendidikan lingkungan, teknologi, dan keanekaragaman hayati tersebut.

Konsep belajar mengajar dalam program SMLS dikemas dalam konsep yang lebih interaktif agar menggugah minat pelajar terhadap tema yang dibawakan. Tim Sharp Indonesia juga memberikan sejumlah hadiah lewat kuis kepada para pelajar tersebut.

“Sebagai tim pengajar, kami harus lebih peka  dalam menghadapi siswa dan siswi. Kami sebisa mungkin menghadirkan kesan positif yang tidak kaku dan membosankan selama pembawaan materi agar terasa berbeda dari cara belajar pada umumnya di sekolah. Hasilnya, kami mendapati para pelajar menjawab pertanyaan dan menyimak materi sangat baik hingga akhir,” ucap Pandu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Tanamodindi, Gandi memberikan apresiasnya terhadap Sharp. Menurutnya, rangkaian kegiatan edukatif yang dikemas lebih fresh membuat pelajar lebih terangsang untuk menerima pengetahuan yang disampaikan.

“Apalagi banyak diberikan hadiah, itu memberikan kebahagiaan tersendiri untuk anak didik kami,” tutur Gandi dalam sambutannya.

Usai di Palu, program SMLS nantinya akan menyambangi Kota Manado. Program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang peduli terhadap lingkungan sejak usia dini. */RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.