Perekat Rakyat Sulteng.

Tenny: Remaja Harus Punya Rencana

PERINGATAN HARI REMAJA INTERNASIONAL

69

SULTENG RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah, Tenny C Soriton, mengajak seluruh remaja di Sulteng agar mulai merencanakan masa depannya sejak dini.

Mulai dari pendidikan terencana, berkarir dalam pekerjaan terencana hingga menikah dengan penuh perencanaan sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi.

Menurutnya, salah satu cara merencanakan masa depan, yakni menghindari dan menyatakan perang terhadap tiga isu besar, yaitu katakan tidak pada nikah anak-anak, tidak pada seks pranikah dan tidak pada narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya (Napsa).

“Dalam pandangan BKKBN, tiga isu utama atau yang dikenal sebagai triad KRR (keshatan reproduksi remaja) inilah yang kini sedang melanda remaja indonesia. Sehingga, perlu komitmen dari semua pihak untuk menyatakan tidak, khususnya pada remaja. Yang terpenting, pernikahan tanpa rencana adalah bencana,” kata Kaper Tenny C Soriton saat menyampaikan sambutan pada kegiatan promosi PUP dalam rangka Hari Remaja Internasional ke-19 tahun 2019 di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Kamis (15/8/2019).

Hal itu sesuai dengan tema yang diusung pada peringatan Hari Remaja Internasional tahun ini, yakni ‘transforming education’. Tema itu bermakna, kata dia, perlunya suatu perubahan dalam pendidikan, yakni pendidikan inklusif dan dapat diakses semua remaja untuk mndorong tercapainya poin 4 pembangunan berkelanjutan/ sustainable development goals (SDGS) 2030, yakni menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesempatan belajar untuk semua orang.

Tema ini juga, kata dia,  sejalan dengan arah pengembangan program generasi berencana (genre) yang gaungkan BKKBN sejak tahun 2009. Genre adalah suatu program yang dikembangkan untuk memfasilitasi remaja agar belajar memahami dan mempraktikan perilaku hidup sehat untuk mencapai ketahanan remaja.

“Adapun tujuan acara ini adalah untuk menjadi wadah silaturahmi bagi remaja sulawesi tengah dari berbagai komunitas dan mengajak remaja kembali merenungi diri untuk membekali diri dengan pengetahuan, karya dan prestasi, serta terhindar dari triad kesehatan reproduksi yaitu remaja yang terhindar dari pernikahan dini/anak-anak, seks pranikah dan napza,” ucapnya.

Ia mengatakan, hari remaja internasional ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 12 agustus 1998 dan pertama kali diperingati pada 2000 silam, yang berarti tahun ini merupakan peringatan ke-19 tahun.HGA

Leave A Reply

Your email address will not be published.