Perekat Rakyat Sulteng.

BPPW Sulteng Bentuk TRC

ATASI MASALAH DI HUNTARA

48

SULTENG RAYA – Sebagai bentuk respon terhadap berbagai keluhan para pengungsi yang tinggal di 72 titik hunian sementara (Huntara) di Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah membentuk tim reaksi cepat (TRC).

Kepala BPPW Sulteng, Ferdinand Kana Lo, mengatakan, TRC tersebut sebagai wujud menjawab persoalan air, sanitasi, septic tank dan masalah sampah di Huntara.

“Sebenarnya, setiap Balai harus dibentuk TRC. Awalnya sudah ada, namun sifatnya untuk penanganan bencana. TRC yang dibentuk ini, khusus untuk prioritas tugasnya di 72 Huntara di Pasigala. Tugas jangka pendeknya, yakni mengatasi masalah air, septic tank dan sampah,” kata Ferdinand kepada sejumlah awak media, Senin (12/8/2019).

Misalnya, kata dia, jika terdapat pengungsi di Huntara yang membutuhkan air, bisa langsung menghubungi TRC tersebut. Selain itu, kata dia, TRC juga bisa membantu untuk mengatasi masalah sampah yang telah menumpuk di Huntara.

“Memang masalah air sudah ada, tapi belum di bawah koordinasi tim. Sifatnya masih pasrial. TCR tugasnya berkoordinasi dengan koordinator seluruh Huntara di Pasigala. Begitu juga dengan sampah sudah bertumpuk, tinggal hubungi TRC, untuk dibantu pengatasinya. Begitu juga dengan masalah septic tank yang penuh dan sebagainya,” ucapnya.

 

SIAPKAN TANDON KAPASITAS 44 KUBIK

Komitmen untuk mengatasi persoalan air bagi pengungsi di Huntara, tidak hanya diwujudkan pembentukan TRC. Namun, BPPW Sulteng juga telah menyediakan tandon air dengan kapasitas 44 kubik air.

Menurut Ferdinand, tandon air disediakan akibat masih banyaknya keluhan pengungsi mengenai ketersediaan air bersih. Kendala utamanya, selama ini sumber utama air bersih untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Semenatara, kata dia, PDAM memiliki waktu pelayanan sangat terbatas.

“Kita sipakan tandon di BPPW. Selama ini kita terkendala, karena sumber utama ada di PDAM. Sementara, pada hari Minggu, PDAM tidak buka. Begitu pun dengan Senin hingga Sabtu, waktu kerja (pelayanan) hanya sampai pukul 17.00 Wita sudah tutup. Jika ada permintaan di atas jam tutup PDAM, maka ini menjadi masalah karena kita tidak bisa layani. Makanya TRC membuat tandon dengan kapasitas 44 kubik,” kata Ferdinand.

Dikethaui, saat ini BPPW Sulteng menyediakan 12 unit mobil tanki air (MTA) disiagakan untuk melayani permintaan kebutuhan air bersih para pengungsi di Pasigala. Enam unit dinataranya dikelolah TRC dan enam unit lainnya diserahkan ke PDAM di Pasigala, masing-masing dua unit MTA.

“Enam lagi dipinjamkan (pinjam pakai) kepada PDAM untuk operasinal mereka dan saat dibutuhkan kami akan minta dukungan dari mereka” tuturnya.HGA/RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.