Perekat Rakyat Sulteng.

Pelaku Usaha Mikro Harus Melek Daring

14

SULTENG RAYA – Perkembangan teknologi dewasa ini mendorong pelaku usaha melakukan penyesuaian.

Khusus pelaku usaha mikro di Sulawesi Tengah, untuk memperluas jangkauan pasar, haruslah memanfaatkan fitur Dalam Jaringan (Daring) yang saat ini tersedia, seperti jasa ojek online go-food beroperasi di daerah itu.

Kepala Bidang (Kabid) Usaha Kecil Menengah (UKM) Dinas Koperasi dan UKM Sulteng, Arifin Ahmad mengatakan, perluasan pasar oleh daring tersebut mampu mendongkrak omzet pelaku usaha, secara tidak langsung akan menggugah perekonomian yang sempat ambruk pascabencana 28 September 2018 lalu.

Selain memperluas pasar, pemanfaatan fitur daring juga dinilai dengan cepat mampu menaikkan kelas usaha dari mikro menuju kecil. Bahkan, jika dikelola dengan manajemen matang, mudah menaikkan kategori usaha hingga menengah.

“Mengingat perkembangan ilmu dan teknologi saat ini, maka para pelaku usaha dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas produknya dan memanfaatkan teknologi untuk  segala aspek  usahanya khususnya menghadapi era industri 4.0,” tutur Arifin.

Tidak bisa dipungkiri, kata dia, sektor usaha mikro menjadi salah satu penopang perekonomian, khususnya di Kota Palu. Kenaikan atas Indeks presentse ekonomi yang dihitung oleh lembaga statistik juga meliputi industri manufaktur  dengan kategori Industri Mikro Kecil (IMK) juga terus menunjukkan peningkatan.

“Dengan kata lain, perputaran perekonomian yang terus bangkit itu, ada andil besar usaha mikro didalamnya. Apalagi kalau dibarengi dengan penyesuaian terhadap teknologi, itu kan yang di pinggrit-pinggir jalan itu bisa daftar langsung ke go-food. Jadi, meskipun lokasi jualannya terisolir, produknya mendapatkan kesempatan yang sama untuk dibeli oleh konsumen, tinggal caranya saja berinovasi membuat produknya secantik mungkin,” katanya.

Pemerintah juga saat ini tengah intens melakukan pelatihan-pelatihan yang mendorong perkembangan pelaku usaha. Melalui program tersebut, diharapkan pelaku usaha mampu bersaing dan memasarkan produknya hingga keluar Sulteng.

“Selain itu, ada iven-iven pameran yang melibatkan pelaku usaha, bisa kita orbitkan mana yang memang dari segi brand hingga kemasan mampu bersaing dengan yangdari luar Sulteng. Dikita banyak, hanya perlu eksplorasi lagi lebih detail, diperhatikan mana yang bisa kami gandeng,” kata Arifin. RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.