Perekat Rakyat Sulteng.

Suara Hilang, PKB Merasa Dicurangi

67

SULTENG RAYA – Gugatan sengketa Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilayangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah diterima dan dilanjutkan di Mahkamah Konstitusi (MK) ke tingkat pemeriksaan saksi.

Hal Ini tertuang dalam Keputusan Nomor: 16-01-12/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019, hasil sidang yang berlangsung di kantor MK pada Senin 22 Juli 2019.

Kuasa Hukum PKB, Ade Yanyan mengatakan, dalam gugatan sengketa pemilu daerah pemilihan (Dapil) Sulteng, diduga suara sah diambil pada saat perhitungan suara di tingkat kecamatan, khususnya di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

“Dugaan itu diperkuat dengan adanya bukti form C1 yang ada pada PKB,” katanya melalui rilis yang diterima Sulteng Raya, Kamis (25/7/2019).

Dikatakannya, berdasarkan data hasil rekap C1 milik PKB usai pemilu pada 17 April 2019, perolehan suara sah menyatakan bahwa PKB mendapatkan 1 kursi pada urutan kursi keenam mengalahkan 2 partai di bawahnya. Namun tiba-tiba kata Ade, PKB turun ke urutan ketujuh dan didahului oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan selisih 104 suara.

“Menurut kami jumlah suara PKS sangat sedikit dibandingkan suara sahnya yang hilang kurang lebih lima ribu suara yang tersebar di sejumlah kabupaten dan Kota Palu,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, penjelasan yang diterima dari Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husein mengaku, Pemilu di Sulteng berjalan dengan baik dan tidak terjadi hal yang menyimpang.  Atas pernyataan itu, caleg DPR RI Dapil Sulteng dari PKB, Risharyudi Triwibowo melalui kuasa hukumnya menyayangkan atas pernyataan tersebut.

“Padahal pernyataan dari anggota komisioner Bawaslu Donggala menegaskan bahwa ada beberapa kecamatan yang terjadi penggelembungan suara,” jelas Ade Yanyan.

Saat meminta penjelasan soal penggelembungan suara, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Donggala, Moh Fikri menegaskan, terdapat penggelembungan suara di beberapa kecamatan. “Bahkan ada juga salah satu anggota Panwascam dan PPK dipecat karna melanggar kode etik pemilu,” jelas Fikri. RAF

Leave A Reply

Your email address will not be published.