Perekat Rakyat Sulteng.

Cegah Radikalisme Melalui Komsos

60

SULTENG RAYA – Kodim 1308/LB menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) untuk mencegah radikalisme, Selasa (23/7/2019) di Aula Makodim setempat.

Dandim 1308/LB, Letkol Inf Nurman Syahreda yang membawakan materi dalam komsos itu menjelaskan, bagaimana upaya kita sebagai bangsa dalam mencegah/menangkal radikalsime. “TNI sebagai  komponen utama dalam mencegah radikalisme, tentunya tidak dapat bekerja sendiri, akan tetapi perlu dukungan ataupun peran serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI dari adanya gerakan radikalisme maupun terorisme,” kata Dandim.

Radikalisme, kata Dandim, memiliki paham yakni menginginkan perubahan di bidang sosial politik yang dilakukan dengan cara drastis/kekerasan oleh kelompok tertentu. “Kelompok radikal ini, terdiri dari radikal kiri, radikal kanan dan radikal lainnya. Radikla kiri (Raki) memiliki paham anti agama (komunisme) dengan menggunakan pola kekuatan buruh/tani yang miskin, manipulir pertentangan ipoleksosbud dan kelompok ini biasanya sering mengangakat isu terkait upah buruh, jaminan keamanan, pembagian lahan, pajak upah dan tanah,” ujarnya.

Lanjut Dandim, kelompok ini juga dapat berinfiltrasi ke ormas atau parpol bahkan ke instansi pemerintah. Fanatisme ideologi radikal kanan (Raka) memiliki paham fundamentalisme, paham agama yakni pada agama tertentu dimana menanamkann fanatisme agama agar pengikutnya memiliki milintasi. Juga sering mempertentangkan kenyataan yang ada dengan dalil agama.

“Faktor yang mempengaruhi gerakan Raka diantaranya faktor ekonomi yang lemah, kebijakan politik yang tidak sesuai menurut mereka, psikologi dan pendidikan,” tuturnya.

Radikal lainnya (Rala) kata Dandim, kelompok ini memiliki paham anti NKRI, dimana mereka menghendaki adanya disintegrasi bangsa. Konsepsinya bersumber pada rasa sentimen, kedaerahan, heroisme sehingga dapat melakukan suatu tindakan anarkis. “Kita harus mewaspadai pola-pola penyeberan radikalisme, khususnya penyebaran melalui media sosial. Karena di media sosial sangat mudah untuk diakses, cepat, serta multi media. Kita sebagai suatu bangsa yang beragam (Bhineka Tunggal Ika) tentunya harus saling toleransi,” jelasnya.

Sementara, untuk upaya/strategi dalam menghadapi atau cegah tangkal radikalisme kata Dandim, diperlukan peran serta semua elemen bangsa, bukan hanya TNI/Polri akan tetapi semua komponen bangsa, termasuk para pelajar.

Dandim mengimbau, agar masyarakat menjalin komunikasi yang baik antara semua elemen bangsa, menanamkan serta meningkatkan  rasa cinta tanah air, jangan mudah terprovokasi dengan adanya isu yang tidak dapat dipertanggungjwabkan (Berita hoaks) baik berita/informasi yang didapat dari media social (facebook, WA, Telegram, Twitter, IG, dll).

“Jadikan media, baik media cetak, media elektronik maupun media sosial sebagai sarana diskusi. Laporkan setiap adanya suatu kelompok atau oknum yang terindikasi atau akan melakukan suatu gerakan yang mungkin mengarah pada hal-hal yang menyimpang,” imbaunya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 1308/LB Letkol Inf Nurman Syahreda, Kasdim 1308/LB Mayor Inf Red Abner Patambo, Pa Staf Dim 1308/LB, Danramil jajaran Kodim 1308/LB, Ba dan Ta Kodim 1308/LB, Ust Yunus M. Arsyad, Pdt. Edison Tunide, para ASN Pemcam Luwuk, ASN Kelurahan Luwuk, mahasiswa Unismuh Luwuk dan para pelajar SMA. MAM

Leave A Reply

Your email address will not be published.