Perekat Rakyat Sulteng.

Meski Hancur Akibat Bencana, SMKN 1 Sigi Tetap Diminati

65

SULTENG RAYA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sigi yang terletak di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, meski kondisi gedungnya 95 persen dalam keadaan rusak, namun minat masyarakat masuk di sekolah ini masih tetap tinggi terlihat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.

Wakil Kepala SMKN 1 Sigi, Endang Banderan, mengatakan, jarak SMKN 1 Sigi dengan Desa Jono Oge yang terdampak likuifaksi hanya berjarak sekitar 200 – 400 meter saja, tidak heran jika kondisi SMKN 1 Sigi sangat memprihatinkan pasca digucang gempa 7,4 SR akhir tahun 2018 lalu.

Dia menuturkan, tahun ini SMKN 1 Palu menerima sekitar 200 orang lebih siswa baru. Jumlah ini memang terbilang menurun dari tahun sebelumnya, tetapi penurunannya tidak signifikan.

“Kita tidak terlalu mengalami penurunan sigifikan pada PPDB tahun ini, artinya masyarakat masih memiliki minat yang cukup tinggi terhadap SMKN 1 Sigi. SMKN 1 Sigi membuka enam jurusan yaitu, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Agrobisnis Ternak Unggas,  Agrobisnis Perikanan Air Tawar, Agrobisnis Mekanisasi Alat pertaniaan, Agrobisnis Pengolahan Hasil Pertanian, dan Teknik Komputer dan jaringan,”jelasnya kepada Sulteng Raya, Kamis (18/7/2019).

Sebelum bencana, kata dia, jumlah rombongan belajar SMKN 1 Palu secara keseluruhan sebanyak 34 rombongan belajar. Namun, dengan adanya bencana, sekolah mengambil inisiatif untuk memerger beberapa jurusan yang jumlah siswanya sedikit, jurusan tersebut masih sangat berkaitan, sehingga dilebur dari dua jurusan menjadi satu jurusan.

“Begitupun dengan beberapa jurusan yang siswanya sedikit seperti pengolahan hasil tani, perikanan, dan mekanisasi alat pertanian,  setiap tingkat satu rombongan belajar. Saat ini yang sangat banyak peminatnya adalah TKJ, setiap tingkat terdiri dari tiga rombongan belajar,”ucapnya.

Selain itu, kata dia, SMKN 1 Sigi menerima bantuan Ruangan Kelas Sementara (Rukantara) sebanyak 20 ruangan. Sementara jumlah rombongan belajar saat ini yaitu 32 rombongan belajar, artinya masih kurang 12 ruangan. Untuk menutupi kekurangan tersebut, pihak sekolah terpaksa menggunakan kembali ruangan kelas lama yang kondisinya masih memungkinkan untuk digunakan.

“Jadi, pihak sekolah menggunakan kembali sisa bangunan yang ada, sebagian ada yang direhab kembali, sebagian ditempati tanpa direhab kembali. Namun, saat ini Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah normal kembali,”jelasnya lagi.

Dia berharap, agar bangunan SMKN 1 Palu bisa dirubuhkan dan dibangun kembali dengan bangunan yang baru. Sehingga, peserta didik bisa merasa lebih nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.ADK

Leave A Reply

Your email address will not be published.