Perekat Rakyat Sulteng.

Pemkot Surabaya Bangun Huntap

33

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memulai pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu.

Pembangunan huntap senilai Rp660 juta itu ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didampingi Sekretaris Kota Palu Asri dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palu di kawasan relokasi dan huntap di Kelurahan Tondo, Palu, Rabu (19/6/2019)

“Kita berharap pembangunan huntap ini secepatnya karena uangnya sudah siap dan tinggal kontraktor mengerjakan huntap ini,” kata Tri Rismaharini usai meletakkan batu pertama pembangunan huntap.

Ia juga memastikan akan langsung memantau jalannya proses pembangunan 11 unit huntap itu hingga menilai kualitas bahan baku yang dipakai untuk membangun hunian tetap tersebut.

“Kita sudah bayar jadi kita harus awasi. Kita juga akan cek kualitasnya. Bantuan ini tetap dipantau karena ini uang rakyat. Harga per unit huntap bantuan kita ini sekitar Rp70 an juta,” jelasnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi Pemkot Palu khususnya kepada para pengungsi korban bencana dan dapat menarik perhatian pemerintah-pemerintah kota agar membantu Kota Palu.

TOTAL BANTUAN RP6 MILIAR

Diketahui, sepekan pascabencana, yakni pada 6 Oktober 2018, Pemkot Surabaya telah mengutus tim tanggap bencana untuk membantu masyarakat korban bencana di Kota Palu, Sigi dan Donggala.

Hingga kini, total bantuan dari Pemkot Surabaya mencapai Rp6 miliar lebih. Bantuan itu berasal dari masyarakat Surabaya sebesar Rp3,719 miliar.

Bantuan itu diperuntukkan untuk pembangunan Pasar Pinase di atas lahan seluas 500 meter persegi di Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli sebesar Rp1,114 miliar lebih, sentra PKL atau sentra wisata kuliner di area Hutan Kota Kaobona Palu, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore sebesar Rp545,666 juta dan pembangunan 11 unit Huntap di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore senilai Rp659,993 juta.

Selebihnya bantuan berupa logistik bagi pengungsi sebanyak 340 ton yang dikirim dari Surabaya periode 6 Oktober hingga 8 November 2018.

Untuk pembangunan Pasar Pinase di Tawaeli dan sentra PKL atau sentra wisata kuliner di area Hutan Kota Kaombona Palu sudah selesai dikerjakan dan diresmikan langsung Tri Rismaharini, Selasa (19/6/2019). Sementara, bantuan 11 Huntap baru dalam pembangunan.

“Semoga bantuan yang kami berikan bersama masyarakat Kota Surabaya dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Palu,” kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. HGA/ANT

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.