Perekat Rakyat Sulteng.

TKHI Disarankan Teladani Rasulullah dalam Melayani Jamaah

51

SULTENG RAYA-Pusat Kesehatan Haji Indonesia menyambut baik usaha Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Provinsi Jawa Barat dalam melayani jamaah haji. Usaha itu dibuktikan TKHI Jabar dengan menggelar konsolidasi dan penguatan komunikasi persuasif berbasis neuro linguistic programme (NLP) dan hypnoterapy di RS Cicendo Bandung kemarin.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Eka Jusup Singka mengaku bangga dan mengapresiasi usaha TKHI Jabar menggelar konsolidasi dan penguatan komunikasi persuasif berbasis neuro linguistic programme (NLP) dan hypnoterapy. 

Menurutnya apa yang dilakukan para petugas kesehatan itu merupakan bagian dari usaha untuk melayani jamaah haji. Apalagi agenda digelar menggunakan biaya swadaya dari TKHI oleh TKHI dan untuk TKHI JKS (Jakarta Bekasi)

“Pada acara ini panitia berhasil mengumpulkan TKHI Provinsi Jawa Barat (Embarkasi JKS) yang akan bertugas pada tahun 2019 sejumlah 80 orang dengan biaya swadaya dari TKHI, oleh TKHI dan untuk TKHI JKS,” kata Eka saat diminta pendapatnya terkait upaya TKHI Jabar melayani jamaah haji, Senin (17/6/2019).

Eka menyampaikan kepada para calon petugas TKHI Embarkasi JKS agar memperhatikan komunikasi yang baik dengan para jamaah haji. Karena melalui komunikasi tersebut hubungan antara petugas dan jamaah akan terjalan dengan baik. 

“Apapun jabatan kita, tetap harus menyapa jamaah haji terlebih dahulu, hal itu tidak akan mengurangi kewibawaan kita,” ujarnya.

Eka meminta TKHI selalu memperhatikan tingkah laku jamaah haji, terutama hal-hal yang dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit (faktor risiko) terhadap jamaah haji tersebut.  “Oleh sebab itu TKHI harus terus memperkuat promotif preventif kepada Jemaah Haji,” katanya.

Dalam sambutannya, Eka mengaku meminta TKHI selalu memperhatikan komunikasi dengan para jamaah haji  tentang konten yang akan disampaikan kepada jamaah haji, terutama pada jamaah haji yang sakit. 

Untuk itu sangat penting, memperkuat kerjasama dengan petugas Kementerian Agama, ketua kloter dan pembimbing ibadah serta ketua rombongan (karom) serta ketua regu (karu). Cara komunikasi seperti inilah kata Eka juga pernah dilakukan Rasulullah SAW yang selalu membiasakan menyapa orang lain terlebih dahulu dan selalu menghormati orang lain.  “Sifat-sifat inilah yang harus kita  contoh sebagai seorang Muslim yang beriman,” katanya. 

Selain itu, Eka juga menyampaikan pada tahun ini Pusat Kesehatan Haji telah mempersiapkan tiga hal yang penting dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji Tahun 2019. Pertama mempersiapkan jamaah haji yang Istithaah, kedua mempersiapkan petugas yang SHARI (Sigap, Handal, Amanah, Responsif, Inisiatif/Inovatif) serta mempersiapkan strategi untuk mensukseskan operasional kesehatan haji tahun ini.

Seperti diketahui untuk program NLP diajarkan langsung oleh Tim Widyaiswara dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK Ciloto), dr. Yan Bani Luza, MKM. */AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.