Perekat Rakyat Sulteng.

Pelaku Penculikan Anak Palu Ditangkap di Kaltim

26

SULTENG RAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Polda Kaltim menangkap DH alias D (45) asal Kalimantan Timur (Kaltim) yang diduga pelaku penculik RS (15) anak di bawah umur asal Kota Palu, yang dibawa lari ke Kalimantan Timur.

“Pelaku DH alias D ditangkap di Kalimantan Timur berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/140/V/2019/Sulteng/SPKT (11/5/2019) yang melaporkan anaknya telah diculik dan dibawa ke Kalimantan Timur oleh pelaku,” kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto dalam jumpa pers di ruang lobi Polda Sulteng, Kamis (13/6/2019).

Mendapati laporan ini, kata Didik, tim penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda Sulteng yang dipimpin AKBP Taufik Sugih Adhadi langsung melakukan komunikasi dan kerja sama dengan Polda Kaltim yang kemudian berhasil meringkus pelaku bersama korban di salah satu penginapan di wilayah tersebut.

“Pelapor dan terlapor merupakan sepasang suami istri, namun terjadi permasalahan pribadi karena menurut keterangan pelaku, istrinya tidak jujur seperti yang dia sampaikan di Facebook dan Whatsapp dan bisnis online namun beliau tidak tahu, diduga karena sakit hati ini pelaku melakukan aksinya,” sambung Ipda Siti Elminawati yang menyidik kasus tersebut.

Siti Elminawati menjelaskan kronologis kasus yang terjadi pada Rabu (8/5/2019). Pelaku DH alias D saat itu mengajak RS (15) atau korban ikut dengan pelaku ke Kaltim dan menjanjikan akan memperbaiki motor korban yang rusak.

“Pelaku mengatakan ‘mari ikut saja’ cuma dua hari saja kita di sana (Kaltim) dan tidak akan saya apa-apakan di sana. Kata pelaku,” jelas Siti Elminawati.

Kemudian, sambung Elminawati, Jumat (10/5/2019) sekitar pukul 14.00 WITA RS atau korban pamit dari rumah dengan alasan memperbaiki motor miliknya di bengkel dan saat itu korban dijemput pelaku dan dibawa ke Kalimantan Timur tanpa sepengetahuan ibu kandungnya.

Setibanya di Kaltim, pelaku membawa korban di penginapan Beringin Baru di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk menginap.

“Dan kemudian terduga pelaku menelpon ibu kandung korban dan meminta uang senilai Rp100 juta, dengan mengatakan jika tidak mengirim uang, korban tidak akan kembali, ancam pelaku,” kata Elminawati.

“Selanjutnya pelaku mengirim foto korban melalui Whatshap kepada ibu korban dan terlihat pada bagian mata sebelah kiri terdapat lebam. Melihat ini ibu korban langsung melapor ke Polisi, dan dari hasil visum kami ada beberapa lebam di bagian tubuh korban,” lanjutnya.

“Kami konsen dengan Undang-Undang Perlindungan Anaknya dan tersangka DN alias D melakukan tindak pidana penculikan anak sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 83 Jo pasal 76 F UU No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 328 KUHPidana ancaman hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun,” tegasnya. ANT/RAF

Leave A Reply

Your email address will not be published.