Perekat Rakyat Sulteng.

Jenazah Korban Banjir Morowali Dievakuasi

20

SULTENG RAYA – Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan langsung mengevakuasi satu jenazah korban banjir di Kabupaten Morowali,  Kamis. (13/6/3019) sekira pukul 11.30 WITA.

Identitas korban diketahui bernama Bahtiar (29) warga Desa Dampala, Kecamatan Bungku Tengah, yang tinggal di rumah kos di desa tersebut sekitar lima kilometer dari Desa Bahodopi

Selain itu, Bahtiar merupakan salah seorang karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), sebuah industri pertambangan nikel terbesar di Indonesia berkedudukan di Morowali.

“Identitas korban diketahui bernama Bahtiar (29) warga Desa Dampala, Kecamatan Bungku Tengah, jenazah ditemukan sekitar pukul 11.30 WITA,” ungkap Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu, Basrano, Kamis (13/6/2019).

Basrano mengatakan Bahtiar ditemukan oleh tim SAR dalam kondisi telah meninggal dunia di bawah tumpukan kayu di tepi sungai Dampala yang terseret arus banjir.

Satu korban lainnya bernama Adi (29) masih dalam upaya pencarian oleh tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, Tagana dan masyarakat setempat.

Keduanya hilang sejak Senin (11/6/2019) sekitar pukul 09.00 pagi saat berusaha menyeberang Sungai Dampala ketika air masih mengalir deras.

“Tim SAR tiba di lokasi pada Selasa (12/6/2019) malam sekitar pukul 23.00 WITA dengan jarak tempuh kurang lebih 60 kilometer. Pencarian baru dilakukan hari ini (kemarin), baru satu korban di temukan, ” katanya.

Tim SAR di kerahkan dari Pos Unit Siaga SAR Kabupaten Morowali dengan jumlah personel lima orang dilengkapi satu unit mobil rescue dan satu unit  rubber boat.

“Mudah-mudahan korban yang masih hilang segera di temukan, ” harap Basrano.

Sementara, Koordinator Unit Siaga SAR Morowali, Azwar mengatakan pencarian dua korban hilang yang terseret arus banjir dengan menyisir sepanjang aliran Sungai Dampala yang dimulai pukul 07.00 WITA, Kamis (13/6/2019).

Namun, usaha  tim SAR yang berhasil menemukan satu korban dalam keadaan meninggal dunia.

“Jenazah korban langsung dievakuasi dan dimasukkan ke kantong jenazah untuk diserahkan kepada keluarga untuk selanjutnya dimakamkan,” ujarnya.

Setelah jenazah Bahtiar diserahkan kepada pihak keluarga, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya yang masih hilang bernama Adi (29) yang sampai saat ini belum mendapat titik terang.

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Morowali sejak sepekan terakhir mengakibatkan ratusan rumah penduduk dan bangunan pemerintah serta fasilitas umum rusak, namun tidak ada korban jiwa selain Bachtiar dan Adi.

Banjir disebabkan tingginya curah hujan sejak sepekan sebelum Lebaran dan kondisi diperparah karena hutan di hulu Sungai Dampala sudah gundul akibat pembukaan lahan-lahan tambang nikel.

Bencana banjir juga memutus akses darat, sedikitnya ada empat jembatan permanen di jalan trans Sulawesi Sulteng-Sulawesi Tenggara ambruk. RAF/ANT

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.