Perekat Rakyat Sulteng.

Warga Desa di Donggala Nyaris Bentrok

54

SULTENG RAYA – Warga di Desa Sarumbaya, Desa Lumbulama dan Desa Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, nyaris bentrok.

Kapolres Donggala, AKBP S Ferdinand Suwarji menegaskan, telah mengundang sejumlah tokoh di tiga desa itu agar tidak terjadi bentrok atau pun pertikaian. “Kami mengundang dengan melakukan pertemuan terkait penyelesaian kasus kejadian pertikaian antar kelompok pemuda Desa Sarumbaya, Desa Lumbulama dengan Desa Lembasada,” kata Kapolres Donggala, AKBP S Ferdinand, Kamis (13/6/2019).

Kapolres mengaku, pertemuan bersama perwakilan dari tokoh adat rumpun da’a, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perangkat desa itu berlangsung sejak Rabu (12/6/2019) di ruang kerja Kapolres.

Pertemuan itu, melibatkan Camat Banawa Selatan Rami, Kapolres AKBP S Ferdinand dan Wakapolres Kompol Abubakar.

Kapolres Donggala berharap, pertikaian atau bentrok itu tidak terjadi lagi dengan adanya mediasi tersebut. “Pertemuan ini sebagai tindak lanjut hasil pertemuan sebelumnya dan sekaligus menyampaikan kesepakatam ketua rumpun da’a dan bupati bersama kami di kantor bupati tanggal 11 juni 2019,” ucap Kapolres.

Diketahui, sepekan lalu sejumlah warga suku da’a di dua desa Sarumbaya dan Lumbulama terlibat kesalahpahaman dengan warga Desa Lembasada dan nyaris terjadi bentrok, warga suku da’a turun gunung membawa senjata tajam tombak, lembing dan parang.

Namun, akibat kesigapan aparat kepolisian setempat dan sejumlah pihak terkait mampu meredam rencana bentrokan dua desa melawan satu desa itu. TUR

Leave A Reply

Your email address will not be published.