Perekat Rakyat Sulteng.

Dekan FKIP Unisa Nilai Kurang Tepat

WACANA MENKO PMK DATANGKAN GURU LUAR NEGERI

42

SULTENG RAYA-Wacana Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani untuk mendatangkan guru dari luar negeri ke Indonesia dianggap kurang tepat oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisa Palu, Idrus Aljufri.

Idrus berharap, wacana tersebut dapat ditinjau kembali, sekalipun tujuannya untuk peningkatan pemutuan guru di Indonesia. Karena sudah banyak upaya dilakukan saat ini untuk peningkatan pemutuan guru tinggal ditingkatkan dan dimasifkan lagi, salah satunya melalui Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG).

Atau bisa juga kata Idrus, untuk meningkatkan prefesionalisme guru, pemerintah menyekolahkan guru melalui bantuan beasiswa serta memangangkan mereka ke luar negeri untuk melihat bagaimana konsep-konsep pembelajaran yang ada di luar negeri.

Itupun konsep pembelajaran yang ada di luar negeri tidak dapat diadopsi secara keseluruhan, karena nilai-nilai edukasi di Indonesia dengan yang ada di luar negeri berbeda. Terutama nilai-nilai humanis dan religiusnya dalam proses pengembangan karakter sangat jauh berbeda.  “Tentu pengembangan karakter kita dengan yang di luar negeri berbeda, itu yang kita khawatirkan dan berharap wacana Menko PMK tidak direalisasikan, apalagi mereka yang datang ke Indonesia,”jelas Idrus. Selasa (14/5/2019).

Jika sekadar hanya ingin meningkatkan pemutuan dan melihat konsep pembelajaran di luar negeri cukup melalui pemagangan, tidak perlu mendatangkan guru dari luar negeri. Karena jika guru di Indonesia yang keluar negeri dapat memproteksi memilah mana yang dapat mereka ambil dan mana yang mereka tidak ambil tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan leluhur bangsa Indonesia. Berbeda jika guru-guru dari luar negeri itu didatangkan ke Indonesia, mereka akan membawa nilai kearifan negara mereka ke Indonesia.

Terkait kualitas guru di Indonesia, Dekan FKIP ini juga mengaku tidak begitu rendah, itu dapat dibuktikan melalui hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) baik ditingkat nasional maupun internasional. “Mereka inikan hasil didikan guru, kalau anak didiknya berprestasi, mampu mencetak prestasi nasional maupun internasional, berarti gurunya juga berkualitas, karena gurulah yang melahirkan siswa prestasi itu,”tutur Idrus.

Dengan demikian kata Idrus, masih banyak cara yang dapat ditempuh oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas mutu guru di dalam negeri tanpa harus mendatangkan guru dari luar negeri sebagai pelatih atau instrukstur. AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.