Perekat Rakyat Sulteng.

Pemilu di Morut Sangat Rumit

40

SULTENG RAYA – Ketua KPU Morowali Utara (Morut), Yusri Ibrahim mengakui, tahapan pemilu tahun ini diwilayahnya sangat rumit.

“Pemilu serentak di Morowali Utara memang sangat rumit dan menguras tenaga penyelenggara, sebab medan dan kondisi geografis daerah tersebut sebagian berada di pelosok yang memang sangat sulit dijangkau melalui jalur darat, terkhusus di wilayah pemukiman suku taa wana,” kata Yusri Ibrahim dalam rapat pleno tingkat kabupaten, Senin (29/4/2019).

Menurutnya, pihaknya mengalami kendala dalam pelaksanaan pemilu lantaran kurangnya logistik Pemilu yang dikirimkan pihak KPU pusat, sehingga pihaknya yang merekomendasikan pemungutan suara yang harus dilakukan di 395 TPS tetapi realisasinya hanya di 385 TPS sesuai kesiapan logistik.

“Kami sudah bekerja sangat keras dan penuh tanggung jawab, baik dari tingkat bawah sampai ke kabupaten. Kami sangat menghargai pengorbanan seluruh penyelenggara pemilu khususnya petugas TPS meski hanya dengan honor Rp400-450 ribu tetapi bisa berjalan sukses,” jelasnya.

Selain keterbatasan logistik, kata dia, KPU Morowali Utara juga kembali melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga TPS yang terdapat di Desa Tomui Karya dan Desa Ganda-Ganda. “Kami sangat apresiasi aparat keamanan TNI-Polri, sebab saat PSU ini anggota TNI-Polri lebih banyak daripada wajib pilihnya,” katanya.

Namun dengan kesiapan yang telah matang maka pelaksanaan Pemilu serentak di Morowali Utara berjalan lancar dan sukses dengan antusias masyarakat yang cukup besar.

Dirinya menegaskan, KPU telah menjamin keamanan dan menjaga suara pemilih yang dibawa dari tempat-tempat pemungutan suara (TPS), dan disimpan di kantor-kantor kecamatan hingga ke gudang logistik milik KPU di Kota Kolonodale tanpa hambatan dan halangan lainnya. VAN

Leave A Reply

Your email address will not be published.