Perekat Rakyat Sulteng.

Bawaslu: Jadikan Ponsel Alat Pengawas Pemilu

Seluruh APK di Palu Ditertibkan\\SUB

25

SULTENG RAYA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi tahapan pemilu menggunakan telepon seluler yang memasuki masa tenang mulai Ahad (14/4/2019) hingga Selasa (16/4/2019) dan pencoblosan pada Rabu (17/4/2019).

“Jadikan smartphone anda sebagai alat untuk mengawasi jalannya pelaksanaan tahapan pemilu saat masa tenang dan saat hari pencoblosan,” kata Ketua Bawaslu Sulteng Ruslan Husen, Sabtu (13/4/2019).

Menurutnya, masa tenang sangat rawan dimanfaatkan oleh oknum, baik oknum calon anggota legislatif (caleg) partai politik peserta pemilu di level daerah hingga pusat untuk berbuat curang. Bahkan tidak menutup kemungkinan tim sukses dari pasangan calon presiden dan wakil presiden juga ikut berbuat curang pada waktu-waktu tersebut.

Kecurangan yang kerap ditemukan Bawaslu Sulteng, kata Ruslan, berdasarkan pengalaman pelaksanaan pemilu tahun-tahun sebelumnya yakni politik uang terutama “serangan fajar”. Mereka mengiming-imingi uang kepada pemilih dengan syarat mencoblos calon yang dimaksud.

“Berharap dukungan seluruh pihak, teristimewa kepada masyarakat untuk mencegah praktik politik uang dengan memberikan informasi awal atau laporan kepada pengawas pemilu untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ucapnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk berpartisipasi secara sukarela membantu aparat keamanan mengawasi jalannya pelaksanaan pemilu di seluruh TPS agar berjalan lancar, tertib dan aman.

“Kalau ada potensi kecurangan, silahkan dan mohon kiranya bisa menyampaikan informasi awal atau laporan kepada pengawas pemilu untuk ditindaklanjuti secara berjenjang,” ucapnya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Palu Agussalim Wahid mengatakan masyarakat dapat menggunakan smartphone untuk merekam jalannya pelaksanaan pemilu di TPS mulai dari proses pencoblosan hingga perhitungan suara.

“Namun saat akan mencoblos surat suara di bilik, pemilih tidak boleh membawa smartphone. Ini untuk menghindari jika ada pemilih yang mengambil gambar surat suara yang dia coblos sebagai bukti kepada oknum caleg yang memberi dia uang dengan syarat mencoblos dia,” jelasnya.

Pencopotan APK

Memasuki masa tenang kampanye Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palu, bersama Bawaslu Sulteng dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Palu, melakukan penertiban seluruh alat peraga kampanye (APK), Ahad (14/4/2019) dini hari.

Penertiban APK dimulai pukul 00.00 WITA, dengan melibatkan anggota Bawaslu Kota Palu berjumlah 30 orang dan Bawaslu Sulteng sebanyak 6 orang. Sedangkan dari Satpol PP Kota Palu sebanyak 30 orang dibawah komando Kelapa Satuan (Kasat) Pol-PP Kota Palu, Nathan Pagasongan.

Adapun sasaran penertiban APK, yakni di Kecamatan Palu Selatan, Kecamatan Tatanga, Kecamatan Palu Barat, dan Kecamatan Ulujadi.

Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Sulteng, Darmiati mengatakan penurunan APK dilakukan sejak dimulai tahapan masa tenang kampanye terhitung sejak 14 April sampai dengan 16 April 2019.

“Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh kabupaten dan kota untuk melakukan penurunan APK,” katanya.

Untuk Kota Palu, Bawaslu Sulteng melakukan pengawalan ketat selama masa tenang, terutama menyisir wilayah yang masih terdapat APK.

Menurutnya, sebagai Ibu Kota Provinsi Sulteng, Kota Palu merupakan gambaran umum untuk Sulteng di Pemilu 2019.

“Karena Kota Palu adalah barometer Sulteng, makanya kami (Bawaslu Sulteng) mengawal ketat apakah masih ada APK yang belum diturunkan atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Palu, Ivan Yudharta mengatakan APK yang diturunkan hanyalah APK berukuran kecil. Sementara yang berukuran besar yang terpasang di lokasi berbayar harus diturunkan menggunakan alat berat.

“APK berukuran besar seperti bilboard harus diturunkan menggunakan crane,” jelasnya

Untuk menurunkan APK berukuran besar itu, Bawaslu Kota Palu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu untuk melakukan penertiban APK tersebut.

Berdasarkan pantauan Sulteng Raya, penurunan APK sejak Ahad (14/4/2019) kemarin malam, dimulai tepatnya di Jalan Garuda. Kemudian Jalan Abdul Rahman Saleh, Dewi Sartika, Karanja Lemba, I Gusti Ngurah Rai hingga menjelasn waktu subuh.

Memasuki waktu siang hari, Bawaslu dibantu Satpol-PP masih terus melakukan penurunan beberapa APK. ANT/RAF

Leave A Reply

Your email address will not be published.