Perekat Rakyat Sulteng.

Ancam Santet Anggota DPRD

Bupati Donggala Dipolisikan

34

SULTENG RAYA – Anggota DPRD Donggala, Abubakar Aljufri melaporkan Bupati Donggala Kasman Lassa di Polda Sulteng, Sabtu (13/4/2019) malam.Hal itu dibuktikan dengan keluarnya Laporan Polisi Nomor: STTL/116/IV/2019/SPKT Polda Sulteng. Dimana Abubakar melaporkan Bupati atas dugaan pengancaman dan pencemaran nama baik.

“Saya melaporkan Bupati Donggala Kasman Lassa atas pengancaman dan pencemaran nama baik,” tegas Abubakar saat ditemui Sulteng Raya di Polda Sulteng, Sabtu (13/4/2019) malam.

Abubakar mengatakan, Kasman Lassa dalam konferensi pers di Rujab Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala telah mencemarkan nama baiknya. “Mengatakan saya merusak kantor BKD, kapan saya rusak BKD, ini pencemaran nama baik. Kedua saya diancam kalau ketemu di jalan, ajak perang,” ujarnya.

Abubakar menegaskan, tidak akan ada kata damai dalam kasus tersebut dan harus berlanjut. “Saya didukung moral politik dari Partai Golkar,” ujarnya.

Menurut Abubakar, pernyataan bupati dinilai kurang baik, karena telah mengganggu kehidupannya, bahkan Kasman Lassa juga mengancam akan menyantetnya.

Abubakar menambahkan, pernyataan Kasman ditakutkan bakal menimbulkan konflik horizontal antara pendukungnya dan Kasman di Donggala.

“Sempat akan ada hal-hal yang kurang baik oleh konsituen saya ke bupati. Tapi saya bilang jangan. Biarlah saya selesaikan di jalur hukum saja,” jelasnya.

Diketahui, Kasman Lassa dihadapan sejumlah wartawan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Donggala di Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, mengancam Abubakar dengan santet.

“Sekali lagi saya ingatkan Abubakar, tidak pernah saya ganggu, kali ini pasti saya ganggu. Kita perang. Kapan saya dapat pasti akan saya lakukan. Saya tidak bisa ba pukul kau tapi kau saya Doti (Santet),” tegas Kasman.

Kasman meminta pernyataan tersebut, untuk disampaikan ke Abubakar yang juga ketua Komisi I DPRD Donggala dari fraksi Partai Golkar.

Selain itu, Kasman juga sesumbar tidak perlu diajari soal politik. “Tak usah diajarkan begitu. Kau belum hidup saya sudah hidup. Kamu belum jadi anggota DPRD saya sudah jadi pejabat,” tutur Bupati Donggala. TUR

Leave A Reply

Your email address will not be published.