Perekat Rakyat Sulteng.

Pengurus Organisasi Diminta Lahirkan Buku

24

SULTENG RAYA- Pengurus Organisasi Internal Fakultas Sastra Universitas Alkhairat (Unisa) Palu, terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sastra Unisa Palu, bersama pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra, dan Pengurus Sanggar Seni Gimba  Fakultas Sastra, diminta untuk melahirkan sebuah karya dalam bentuk buku.

Hal ini ditekankan oleh Wakil Dekan III Fakultas Sastra Unisa Palu, Ma’amah Amin Syam saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ketiga organisasi internal Fakultas Sastra Unisa Palu itu, pada hari Sabtu (13/4/2019).

Karya dalam bentuk buku yang diminta oleh pihak fakultas ini cukup sederhana, misalkan apa yang mereka lihat dan apa yang mereka rasakan serta dengar, ditulis dalam bentuk karya seperti puisi, cerpen, dan naskah yang nantinya dibukukan.

Buku yang diharapkan ini tidak perlu sampai ratusan eksemplar, cukup 30 hingga 40 eksemplar itupun dapat dicetak dipercetakan lokal. “Hanya saja, yang kami harapkan itu bisa memiliki ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit,”harap Mas’amah.

Buku tersebut nantinya sebagai kenang-kenangan mahasiswa jika yang bersangkutan sudah selesai menuntut ilmu di kampus ini. Ini diharapkan dapat menjadi budaya di Fakultas Sastra, sekaligus sebagai upaya membumikan literasi di lingkungan kampus, minimal di tingkat Fakultas Sastra Unisa Palu.

Tidak hanya itu, Mas’amah juga menitipkan pesan kepada pengurus baru di tiga organisasi itu, setelah terbentuk kepengurusan baru agar segera menyusun program kerja.

Program kerja yang disusun diminta cukup sederhana, yang terpenting program kerja itu dapat direalisasikan. “Tidak perlu muluk-muluk program kerjanya, cukup sederhana saja, yang terpenting itu bisa dilaksanakan semua itu program kerja,”pesannya.

Lanjut Mas’amah, yang tidak kalah penting adalah diskusi, manfaatkan waktu-waktu luang untuk diksusi, topik diskusi bisa mengenai materi mata kuliah maupun yang berhubungan dengan organisasi serta kondisi sosial masyarakat saat ini.

Mengingat sebagai pengurus BEM, HMJ, dan Sanggar Seni, mereka masih tengah belajar berorganisasi, sehingga masih banyak hal yang mereka butuhkan dalam proses pembelajaran berorganisasi.

Khusus untuk pengurus Sanggar Seni Gimba, Mas’amah menitipkan pesan agar membiasakan melakukan kegiatan pada bulan bahasa, karena itu menjadi ciri khas Fakultas Sastra.

Dalam Mubes itu, telah terpilih sebagai Ketua BEM Fakultas Sastra Periode 2019-2020 Irmawati Musa menggantikan Nurlaila, sementara Ketua HMJ terpilih M Fadhel menggantikan  Azwar, selanjutnya Ketua Sanggar Seni Gimba terpilih Jusnaini menggantikan Fitriani. AMI

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.