Perekat Rakyat Sulteng.

Reliji Sulteng Kampanye Hasil Kerja Jokowi

46

SULTENG RAYA – Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan kampanye door to door dalam workshop dan pembekalan relawan di salah satu hotel di Palu, Senin (18/3/2019).

Dalam kampanye itu, Tim Reliji Sulteng memaparkan profil Jokowi beserta hasil kerja nyata Jokowi selama menjadi Presiden Indonesia, dihadapan ratusan relawan yang hadir dari berbagai daerah di Sulteng.

Didominasi relawan dari kalangan milenial, Reliji Sulteng bakal gencar melakukan kampanye door to door di seluruh wilayah di Sulteng untuk mensosialisasikan profil dan hasil kerja nyata Pemerintahan Joko Widodo.

Ketua Umum Koordinasi Nasional (Kornas) Reliji, Bursah Zarnubi mengatakan, kampanye ini akan mengedepankan data dan hasil kerja nyata Jokowi yang akan disampaikan kepada masyarakat Indonesia.

“Datangi masyarakat dari rumah ke rumah, kemudian sampaikan informasi yang benar tentang Jokowi, mulai dari pribadinya yang sederhana, taat beribadah, dekat dengan umat Islam dan program kerjanya,” kata Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) itu.

Menurutnya, maraknya hoax atau berita palsu tentang Jokowi dinilai berdampak pada pengetahuan dan pemahaman akan kepribadian Jokowi. Padahal, dibalik itu, sama sekali tidak pernah terjadi.

“Sebagian besar masyarakat ada yang bilang Jokowi orang komunis. Eh, ternyata pak Jokowi lahir 1961. Bagaimana mungkin ikut pemahaman terlarang itu. Belum lagi isu lainnya, saya pikir perlu diluruskan,” jelasnya.

Disamping itu, kritikan kerja-kerja Jokowi terus meluas. Padahal beberapa prestasi monumental selama empat tahun pemerintahan Jokowi tampak nyata dan dirasakan masyarakat. Bursah menyebutkan, yang pertama terobosan Jokowi dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan dengan mengubah orientasi pembangunan yang selama ini Jawa sentris menjadi Indonesia sentris, menggenjot pembangunan di wilayah pedesaan dan daerah pinggiran, serta mengakselerasi pembangunan infrastruktur di luar Jawa.

Kedua, kata Bursah, Jokowi menekan angka kemiskinan menjadi 9,82 persen per Maret 2018. Ini adalah angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah Indonesia dan yang ketiga, keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti ditunjukkan melalui indeks pembangunan manusia (IPM) yang meningkat, pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin baik, dan akses pendidikan yang lebih merata melalui pencanangan program wajib belajar 12 tahun dan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Jika pada periode ini Presiden Jokowi lebih menekankan pembangunan infrastruktur, dalam lima tahun ke depan jika terpilih kembali Jokowi akan lebih fokus kepada pembangunan sumberdaya manusia,” tegas Bursah disambut tepuk tangan relawan.

Usai memberikan sambutan, Bursah bersama Reliji Sulteng melakukan deklarasi dukung Jokowi dengan diikuti seluruh relawan yang datang dari berbagai daerah di Sulteng. RAF/YAT

Leave A Reply

Your email address will not be published.