Perekat Rakyat Sulteng.

Sulteng Rugi Rp18 Triliun Pascabencana

16

SULTENG RAYA – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Tengah (Sulteng), Hidayat Lamakarate mengungkapkan, total kerugian yang dialami Sulteng pascabencana sebanyak Rp18,48 triliun.

Hal itu berdasarkan kondisi terakhir inflasi pascabencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 lalu.

“Begitu kondisi terakhir inflasi di Sulteng pascabencana enam bulan lalu,” katanya dalam rapat koordinasi perekonomian dan pembangunan, di salah satu hotel di Kabupaten Banggai, Kamis (14/3/2019).

Kerugian Rp18,48 triliun itu, kata Hidayat, diakumulasi dari empat wilayah terdampak bencana,  diantaranya Kota Palu Rp8,3 Triliun, Kabupaten Sigi Rp6,9 Triliun, Donggala Rp2,7 Triliun dan Parigi Moutong (Parmout) Rp640 Miliar.

Meski begitu, Hidayat mengaku, saat ini Pemerintah Provinsi Sulteng masuk pada tahapan rehabilitas dan rekonstruksi guna membangun kembali Sulteng yang maju, mandiri dan berdaya saing.

“Dalam tahap rehabilitasi, bertujuan mengembalikan dan memulihkan fungsi bangunan dan infrastruktur,” tuturnya.

Sebagai upaya membangun ekonomi pascabencana, Pemprov Sulteng memiliki kebijakan strategis yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka panjang (RPJMD) Sulteng periode 2016-2021 didukung dengan visi mewujudkan Sulteng maju, mandiri dan berdaya saing. Termasuk langkah strategis mengembangkan ekonomi di Sulteng.

Sementara, Kepala Biro (Karo) Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Sulteng, Arnold Djanggola menyampaikan, perlu ada sinkronisasi program dan kegiatan sektor perekonomian antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui penyusunan Roadmap pengendalian inflasi.

“Bahasan isu-isu srategis tentang perekonomian dan pembangunan perlu dipertajam untuk mempermudah pembangunan ekonomi di Sulteng,” katanya. RAF

Leave A Reply

Your email address will not be published.