Perekat Rakyat Sulteng.

Suksesi Pemilu 2019, Butuh Pemilih Berkualitas

20

SULTENG RAYA – Mensukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, dibutuhkan partisipasi pemilih berkualitas demi mewujudkan Pemilu berkualitas di Provinsi Sulawesi Tengah.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng, Sahran Raden, mengatakan, Pemilu berkualitas diukur melalui pengetahuan pemilih tentang tata cara yang benar mencoblos calon presiden dan wakil presiden serta calon legislatif pada 17 April 2019 mendatang di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Bukan saja dari sisi kualitatif, tapi kualitas pemilih juga sangat dibutuhkan,” katanya, Kamis (28/2/2019).

Menurut Sahran, pemilih berkualitas bisa dilihat melalui persentasi suara sah dan tidak sah saat perhitungan suara oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemilihan Suara (TPS).  Jika persentase suara sah tinggi, itu artinya partisipasi pemilih dinilai berkualitas. Sebaliknya, jika persentase suara sah rencah, maka partisipasi pemilih dinilai tidak berkualitas.

“Lebih banyak persentase suara tidak sah, entah keliru mencoblos ada sebab lain, bisa dinilai partisipasi pemilih kurang baik atau tidak berkualitas,” katanya.

Maka dari itu, kedepan KPU Sulteng bukan hanya menargetkan 77,5 persen tingkat partisipasi pemilih, tapi fokus meningkatkan kualitas partisipasi pemilih.

Salah satu upaya meningkatkan kualitas pemilih, Sahran menerangkan, perlu dilakukan sosialisasi secara masif tentang tata cara mencoblos di TPS.

“KPU Sulteng sendiri sudah melakukan beberapa macam sosialisasi, salah satu contohnya sosialisasi pemilihan pendidik,” ungkapnya.

Senada, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulteng, Zatriawati mengatakan, kaum muda merupakan potensi pemilih berkualitas, dikarenakan cepat memahami bagaimana memilih dengan benar.

“Salah satu upaya kami meningkatkan partisipasi pemilih berkualitas, kami mengajak kaum muda atau mahasiswa,” katanya.

Bukan hanya untuk dijadikan pengetahuan sendiri, kaum muda juga diajak untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana tata cara memilih dengan benar. Sehingga kata Zatriawati, potensi surat suara tidak sah bisa diminimalisir.

“Pemilu sebelumnya banyak suara tidak sah. Ini harus diminimalisir agar Pemilu kali ini bisa berkualitas,” ungkapnya. RAF

Leave A Reply

Your email address will not be published.