Perekat Rakyat Sulteng.

Persidangan Caleg PKS di Parigi Digelar

Diduga Berkampanye Di Tempat Ibadah

54

SULTENG RAYA – Pengadilan Negeri (PN) Parigi, Jumat (23/2/2019) menggelar sidang dugaan pelanggaran kampanye di tempat ibadah yang dilakukan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sulteng, Dapil Parigi Moutong (Parmout) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bernama RA.

Sidang yang dilaksanakan sekitar pukul 15:00 Wita itu, beragendakan  pemeriksaan sejumlah saksi.

Jaksa Penuntut Umum, Andi Sudirman yang ditemui Sulteng Raya usai persidangan mengatakan, untuk sidang untuk perkara Pemilu tersebut telah dilaksanakan sejak Rabu (20/3/2019) dan Jumat (23/2/2019).

Menurut dia, dari sidik pembuktian pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan ahli. Sehingga, berdasarkan jadwal akan dilakukan sidang kembali dengan agenda tuntutan dari penuntut umum.

“Agendanya hari ini (Jumat), pemeriksaan saksi dari Bawaslu Parmout, ahli dari penyelenggara dan terdakwa,” jelasnya yang ditemui usai persidangan.

Pasal yang dikenakan terhadap terdakwa, kata dia, pasal 521 undang-undang nomor 7 tahun 2017, tentang pemilihan umum.

Ditempat yang sama, Anggota Bawaslu Parmout Iskandar Mardani mengatakan pihaknya menjadi saksi dari pihak penuntut karena kasus tersebut telah ditangani oleh PN Parigi.

“Saya sendiri juga dimintai keterangan sebagai saksi dari Bawaslu Parmout. kami dimintai keterangan terkait mekanisme penanganan pelanggaran, dan unsur-unsur pelanggaran yang disangkakan,” kata Iskandar, yang hadir dalam persidangan sebagai saksi.

Dari awal penanganan dugaan perkara ini kata dia, pihaknya menggunakan dua saksi ahli untuk menelusuri lebih jauh lagi keterpenuhan unsur pelanggaran, yakni dari KPU Sulteng dan akademisi Universitas Tadulako.

“Kalau dari KPU Sulteng, Sahran Raden yang berhalangan hadir karena bertepatan dengan kegiatan mereka. Sementara akademisi yakni Harun Nyak Item, ahli pidana,” jelasnya.

Sidang yang dimulai sejak pukul 15.00 Wita tersebut berakhir sekitar pukul 19.00 Wita. Dalam sidang perkara tersebut, hakim ketua yakni Dwi Sugianto, sementara Jayadi Husain dan Effendy Kadengkang selaku hakim anggota.

Diketahui, Bawaslu Parmout melakukan penanganan pelanggaran kampanye, atas laporan warga yang menganggap perbuatan Caleg RA telah melanggar ketentuan dalam undang-undang Pemilu karena melakukan kampanye di rumah ibadah dan sempat membagi-bagikan kartu namanya sebagai caleg.

Laporan tersebut diterima oleh Bawaslu Parmout dari unsur Parpol. Peristiwanya pada 21 Desember 2018 di salah satu masjid di Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, diregistrasi Bawaslu pada 3 Januari 2019. OPI

Leave A Reply

Your email address will not be published.